Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 23.17 WIB

Gubernur Jawa Barat Tegas Minta Pejabat Tak Gunakan Pengawalan Bila Jalan Kosong, Dedi Mulyadi: Kayak yang Mau Mati Saja!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bakal menindak kawasan wisata lain di Puncak Bogor yang menyalahi aturan. (Instagram/Dedi Mulyadi). - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bakal menindak kawasan wisata lain di Puncak Bogor yang menyalahi aturan. (Instagram/Dedi Mulyadi).

JawaPos.com - Dalam sebuah rapat bersama para kepala daerah se-Jawa Barat di Purwakarta pada Jumat (21/3), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kebiasaan pejabat yang selalu dikawal kendaraan patroli dengan sirine menyala. 

Ia menegaskan bahwa penggunaan pengawalan harus mempertimbangkan situasi dan tidak dilakukan secara berlebihan. Dedi menyentil pejabat yang lebay dalam menggunakan pengawalan.

"Terus pengawalan, lihat situasi. Kalau jalanan kosong, jangan dikawal-kawal, siga deuk paeh (seperti mau mati saja)," ucapnya yang disambut gelak tawa peserta rapat, dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (26/3).

Dedi juga mengingatkan bahwa perjalanan seharusnya dinikmati dengan santai, kecuali jika ada jadwal yang sangat mendesak.

"Kalau jalanan kosong, kita santai aja, nikmati. Lihat kanan-kiri. Terkecuali waktunya mepet," tambah mantan Bupati Purwakarta itu.

Politisi Gerindra ini kemudian mencontohkan dirinya sendiri, yang meski memiliki delapan agenda dalam sehari, tetap bisa tiba tepat waktu tanpa menggunakan pengawalan berlebihan.

"Tapi saya hari ini jadwalnya delapan, engga ngiung-ngiung," lanjutnya.

Menurutnya, penggunaan pengawalan dengan kecepatan tinggi bisa berbahaya dan menyulitkan untuk berhenti jika terjadi sesuatu di jalan.

"Kenapa? Ketika kecepatan mobil tinggi, Anda lihat di kanan Anda masalah, sulit berhenti," jelas Dedi.

Selain itu, ia menyoroti dampak suara sirine yang bising terhadap kesehatan mental. "Yang kedua suara sirine yang bising mempengaruhi depresi Anda. Anda tidak rileks," bebernya.

Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi juga mengingatkan agar para kepala daerah tetap produktif dan tidak menjadi pejabat yang hanya berpangku tangan. "Awas, aya Bupati nu kitu di Jawa Barat," tandasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore