
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bakal menindak kawasan wisata lain di Puncak Bogor yang menyalahi aturan. (Instagram/Dedi Mulyadi).
JawaPos.com - Dalam sebuah rapat bersama para kepala daerah se-Jawa Barat di Purwakarta pada Jumat (21/3), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kebiasaan pejabat yang selalu dikawal kendaraan patroli dengan sirine menyala.
Ia menegaskan bahwa penggunaan pengawalan harus mempertimbangkan situasi dan tidak dilakukan secara berlebihan. Dedi menyentil pejabat yang lebay dalam menggunakan pengawalan.
"Terus pengawalan, lihat situasi. Kalau jalanan kosong, jangan dikawal-kawal, siga deuk paeh (seperti mau mati saja)," ucapnya yang disambut gelak tawa peserta rapat, dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (26/3).
Dedi juga mengingatkan bahwa perjalanan seharusnya dinikmati dengan santai, kecuali jika ada jadwal yang sangat mendesak.
"Kalau jalanan kosong, kita santai aja, nikmati. Lihat kanan-kiri. Terkecuali waktunya mepet," tambah mantan Bupati Purwakarta itu.
Politisi Gerindra ini kemudian mencontohkan dirinya sendiri, yang meski memiliki delapan agenda dalam sehari, tetap bisa tiba tepat waktu tanpa menggunakan pengawalan berlebihan.
"Tapi saya hari ini jadwalnya delapan, engga ngiung-ngiung," lanjutnya.
Menurutnya, penggunaan pengawalan dengan kecepatan tinggi bisa berbahaya dan menyulitkan untuk berhenti jika terjadi sesuatu di jalan.
"Kenapa? Ketika kecepatan mobil tinggi, Anda lihat di kanan Anda masalah, sulit berhenti," jelas Dedi.
Selain itu, ia menyoroti dampak suara sirine yang bising terhadap kesehatan mental. "Yang kedua suara sirine yang bising mempengaruhi depresi Anda. Anda tidak rileks," bebernya.
Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi juga mengingatkan agar para kepala daerah tetap produktif dan tidak menjadi pejabat yang hanya berpangku tangan. "Awas, aya Bupati nu kitu di Jawa Barat," tandasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
