JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah besar dalam menata ulang tata ruang provinsi. Ia menggandeng akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan riset mendalam demi menciptakan tata ruang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Keputusan ini mengubah paradigma perencanaan tata ruang di Jawa Barat. Jika sebelumnya setiap kabupaten/kota menyusun tata ruangnya sendiri, kini Pemprov Jabar akan mengacu pada hasil riset akademisi ITB.
"Polanya dibalik, kalau dulu tata ruang disusun kabupaten/kota, sekarang yang mengerjakan tata ruang saya akan minta ITB untuk menganalisis seluruh tata ruang di Jawa Barat. Nanti berdasarkan riset itu akan diikuti oleh Kabupaten/Kota," ujar Dedi Mulyadi dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip Senin (10/3).
Sebagai langkah awal, Dedi Mulyadi akan menggelar rapat bersama seluruh jajarannya di Bogor pada Kamis (13/3). Dalam rapat ini, evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang Jawa Barat akan dilakukan.
"Hari Kamis, kami akan kumpulkan seluruh stakeholder di Bogor. Setelah itu, kita akan lakukan evaluasi tata ruang se-provinsi Jawa Barat," tegasnya.
Tak main-main dalam menjaga lingkungan, Dedi Mulyadi baru-baru ini menggusur kawasan wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor. Tempat wisata tematik yang masih dalam tahap pembangunan itu dirobohkan karena diduga menjadi penyebab banjir bandang di kawasan Puncak.
Selain itu, sebagian lahan tempat wisata tersebut diketahui tidak memiliki izin. Tak hanya menggusur, Dedi Mulyadi berkomitmen mengembalikan kawasan itu menjadi hutan.
Sebagai langkah rehabilitasi, lebih dari 20 ribu pohon endemik asal Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan ditanam di lokasi tersebut. Pohon-pohon yang akan ditanam meliputi Rasamala, Puspa, dan Jamuju.
Banjir bandang yang melanda kawasan Puncak dan wilayah lainnya di Jabodetabrk beberapa waktu lalu menjadi tamparan keras bagi masyarakat. Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk mencegah bencana di masa depan.
"Momentumnya tepat, orang hari ini banjir, baru sadar hutan itu dibutuhkan. Baru sadar, kita ini harus bencana dulu baru sadar. Belum bencana gak sadar-sadar," sindirnya.
Sejak duduk di DPR, Dedi Mulyadi sudah gencar memperingatkan pemerintah tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama hutan. Bahkan, ia mengaku sudah menegur langsung Menteri terkait untuk lebih serius dalam mengelola kawasan hutan di Indonesia.
"Saya ngomong begitu sudah dari 2021, saya sudah nunjuk-nunjuk Menteri di DPR ingetin masalah ini. Saya waktu visi misi nyalon Gubernur, visi misi yang saya pertama omongin tata ruang. Gak ada yang denger, sekarang baru orang denger," katanya.