KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin shipnaming dan launching KRI Bung Hatta-370 pada Kamis (27/2). (TNI AL).
JawaPos.com - TNI AL baru saja mendapat armada tempur baru pada Kamis (27/2). Mereka meluncurkan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri yang diberi nama KRI Bung Hatta-370. Sebagai kapal korvet, kapal perang itu memiliki spesifikasi mumpuni dan unggul. Termasuk diantaranya dengan sistem senjata yang terpasang pada alutsista yang bakal ditempatkan di Komando Armada (Koarmada) II itu.
Berdasar data dari TNI AL, KRI Bung Hatta dibangun di galangan yang berada di Batam, Kepulauan Riau selama 20 bulan. Kapal tersebut memiliki spesifikasi panjang 80,3 meter dan lebar 12,6 meter. Tidak hanya itu, KRI Bung Hatta memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya dilengkapi satu unit Meriam 57 milimeter yang dapat di-upgrade hingga 76 milimeter. Kemudian dilengkapi dua unit meriam 20 milimeter.
Oleh TNI AL, kapal tersebut diberi kemampuan untuk berlayar tanpa menepi selama lima hari, berkapasitas 82 personel, dan memiliki kecepatan ekonomis 14 knots serta kecepatan jelajah mencapai 18 knots dan kecepatan maksimum 25 knots. Hal itu turut dibenarkan oleh Asisten Logistik KSAL Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto. Dia menyampaikan bahwa kapal tersebut bisa ditugaskan dengan cepat oleh TNI AL.
”Kapal ini mampu untuk melaju dengan kecepatan 25 Knot sehingga dapat hadir di palagan dalam waktu cepat. Fungsi lain dari kapal ini mampu untuk melaksanakan pengamanan di laut dan penyelamatan di laut karena kapal ini dilengkapi dua unit RHIB untuk melaksanakan SAR di laut,” terang Eko.
Kedepan, KRI Bung Hatta juga akan dilengkapi dengan sistem senjata lainnya. Yakni Surface to Air Missile (SAM), Surface to Surface Missile (SSM), Torpedo System untuk peperangan anti permukaan, udara, dan bawah air. Tidak sampai di situ, kapal tersebut bisa menjalankan misi peperangan elektronika karena sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronika seperti Radar-Electronic Counter Measures (R-ECM) dan Radar-Electronic Support Measures (R-ESM).
”Kapal ini mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. Dengan kecepatan maksimal 25 knots dan kelincahan yang dimiliki kapal ini, diharapkan mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infiltrasi, eksfiltrasi, maupun misi SAR dengan baik,” terang TNI AL.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
