
Gunung Anak Krakatau yang muncul beberapa dekade setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883
JawaPos.com – Indonesia, negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara, memang dikenal dengan keindahan alam dan keragaman budaya.
Namun, di balik pesonanya, Indonesia juga sering menghadapi ancaman bencana alam yang mengancam keselamatan jiwa, salah satunya adalah letusan gunung api.
Bencana vulkanik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah negara ini, dengan beberapa letusan tercatat sebagai bencana alam paling dahsyat dalam sejarah dunia yakni Gunung Tambora pada 1815 dan Gunung Krakatau pada 1883.
Pada 10 April 1815, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa meletus dengan kekuatan yang luar biasa. Dikutip dari laman resmi Portal Literasi Sejarah Bencana bnpb.go.id, letusan ini tercatat sebagai letusan terbesar dalam sejarah modern, dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) mencapai angka 7. Tak hanya mengguncang Indonesia, letusan Tambora berdampak besar bagi dunia.
Saat itu, langit Indonesia gelap total dalam hitungan detik, diselimuti abu vulkanik yang membuat seluruh wilayah seolah terperangkap dalam kegelapan selama tiga hari penuh. Suara letusan yang menggelegar terdengar hingga ke Pulau Sumatera, membuat pasukan di Yogyakarta dan Makassar mengira itu adalah suara tembakan meriam dari musuh. Namun, ketika hujan abu turun, mereka baru menyadari bahwa letusan itu berasal dari Gunung Tambora.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia. Tsunami yang dihasilkan letusan Tambora mengguncang berbagai negara, mulai dari Asia hingga Amerika Utara dan Eropa. Bahkan, perubahan iklim global terjadi dengan musim panas yang tidak datang selama setahun penuh di beberapa bagian dunia.
Syair Kerajaan Bima pun mengabadikan peristiwa ini sebagai tanda kutukan Tuhan, menggambarkan kedahsyatan letusan Tambora yang tak tertandingi. Bisa dibilang, letusan Tambora bukan hanya sebuah bencana, tetapi juga sebuah titik balik bagi dunia yang memperingatkan kita akan kekuatan alam yang tak terduga.
2. Gunung Krakatau (1883): Ledakan yang Menggetarkan Dunia
Letusan Gunung Krakatau pada 25 hingga 27 Agustus 1883, memberikan dampak yang jauh lebih mengerikan. Portal Literasi Sejarah Bencana bnpb.go.id mencatat bahwa letusan ini menghapuskan hampir seluruh bagian gunung dan mengubah Selat Sunda menjadi lautan yang mengerikan. Selain kekuatan letusannya yang dahsyat, Krakatau juga mengubah geografi wilayah sekitarnya.
Abu, batu apung, dan material panas tersebar hingga ke ujung-ujung Pulau Sumatera dan Jawa. Gelombang tsunami yang dihasilkan letusan menghantam pesisir pantai, menghancurkan kota-kota di sepanjang pantai tersebut. Bahkan, sebuah kapal yang sedang berlabuh di Teluk Betung, kapal api "Berauw", terlempar sejauh 3.300 meter akibat ledakan Krakatau.
Selama tiga hari berturut-turut, gelombang tsunami menggulung pantai-pantai barat Pulau Jawa dan selatan Pulau Sumatera. Akibatnya, lebih dari 36.000 orang kehilangan nyawa. Bahkan, kota-kota besar seperti Merak, Caringin, hingga Tanjung Priuk hancur tak tersisa. Suara letusannya terdengar hingga ke Australia, Singapura, dan Eropa, memberi tanda bahwa dunia telah menyaksikan bencana alam yang tak bisa dilupakan.
Letusan Krakatau menjadi salah satu peristiwa yang paling mengubah pandangan kita tentang kekuatan alam. Setelah peristiwa ini, banyak negara yang memperhatikan lebih serius tentang mitigasi bencana dan memperkuat sistem peringatan dini.
Lalu, apa yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tertinggi di dunia? Seperti letusan gunung terbaru terjadi di Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Sabtu (11/1). Kolom abu setinggi 4.000 meter membubung selama tiga menit, disertai lontaran lava pijar sejauh 2 km yang hingga kini, statusnya masih di level III atau siaga.
Ternyata, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar di seluruh penjuru. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana vulkanik yang cukup besar.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
