
Kondisi sampah yang menumpuk, warga Kalianyar Tambora protes tolak jalan dijadikan tempat penampungan sampah sementara. (Istimewa)
JawaPos.com - Masalah tumpukan sampah di kawasan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat kembali menjadi sorotan. Meski sempat dibersihkan, warga kini mulai menyuarakan penolakan keras terhadap penggunaan badan jalan sebagai tempat pembuangan sampah.
Usut punya usut, penumpukan yang sempat viral tersebut dipicu oleh kendala teknis di hulu, tepatnya di TPST Bantar Gebang.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat Achmad Hariadi menuturkan, pengangkutan sampah ke Bantar Gebang memang sempat terhambat akibat insiden longsor pada 8 Maret lalu. Hal ini berdampak langsung pada distribusi sampah dari wilayah Jakarta Barat.
"Ada pembatasan kuota pembuangan ke Bantar Gebang, karena sedang ditata kembali imbas longsor kemarin itu," ujar Hariadi, Senin (30/3).
Pembatasan ini cukup signifikan. Dari yang biasanya Jakarta Barat bisa mengirim 308 truk per hari, kini hanya dijatah 190 truk saja.
"Berarti kan tiap hari ada sekitar 118 truk sampah enggak bisa angkut ke sana gitu," lanjut Hariadi.
Kondisi di lapangan semakin semrawut karena wilayah Kalianyar tidak memiliki Tempat Penampungan Sampah (TPS) resmi.
"Sehingga kan terjadi penumpukan. Untuk Kalianyar itu kalau ketahan (sampah rumah tangga), jadi tidak dibuang, karena dia enggak punya TPS. Akhirnya warga jadikan TPS-nya di pinggir kali. Padahal itu TPS depo," jelas Hariadi.
Terkait permintaan TPS baru, Sudin LH menekankan bahwa penentuan lokasi harus berdasarkan musyawarah warga sesuai Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2014.
"Jadi yang menentukan lokasi TPS itu bukan Sudin LH atau Satpel (Satuan Pelaksana). Yang menentukan titik TPS itu berdasarkan Ingub nomor 6 tahun 2014, adalah forum musyawarah warga," tegas Hariadi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
