
Ilustrasi orang tua dan anak. (Photo by Yan Krukau)
JawaPos.com - Setiap orang tua tentu sangat menyayangi anaknya. Wujud kasih sayang, biasanya ditunjukkan dengan memberikan perhatian, memenuhi kebutuhan, menyediakan berbagai fasilitas, dan berusaha memberikan yang terbaik.
Namun tidak dapat dipungkiri, banyak orang tua rela melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya. Meski begitu, ada perbedaan besar antara menyayangi dan memanjakan anak.
Dikutip laman Parents, jika terlalu memanjakan anak, ini justru bisa membawa dampak buruk, seperti membuat anak menjadi manja dan menghambat perkembangan kepribadian yang baik.
Sementara menurut Medicine Net, sikap memanjakan anak yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kemampuan anak menghadapi tantangan di masa depan.Mereka cenderung menuntut agar semua keinginan terpenuhi dengan segera.
Ketika permintaannya tidak dituruti, anak manja sering menunjukkan perilaku negatif, seperti mengamuk, marah, atau bahkan menangis tanpa memedulikan tempat dan situasi.
Berikut beberapa dampak buruk yang diperoleh jika anak dimanjakan dengan berlebihan oleh orang tua, dikutip dari Parents, Medicine Net, dan Healthline, Rabu (8/1).
Anak yang terlalu dimanjakan cenderung lebih mengutamakan dirinya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan atau kepentingan orang lain.
Ia merasa bahwa keinginannya adalah hal yang paling penting dan orang lain harus menyesuaikan dengan dirinya. Dalam kondisi seperti ini, anak bisa melakukan apa pun yang ia mau tanpa peduli apakah tindakannya mengganggu atau merugikan orang lain.
Sesekali memenuhi keinginan anak tentu boleh saja, tetapi jika orang tua selalu menuruti setiap permintaan anak tanpa batas, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang kurang disiplin dan sulit bertanggung jawab.
Misalnya, karena terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan, anak menjadi tidak peduli untuk menjaga barang miliknya. Ketika mainannya rusak, ia hanya berpikir akan mendapat mainan baru tanpa merasa perlu memperbaiki atau merawatnya.
Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa, membuat anak sulit menghadapi tanggung jawab yang lebih besar dalam hidupnya.
Salah satu dampak lain dari memanjakan anak adalah anak menjadi kurang mandiri. Ia akan lebih bergantung pada orang lain, terutama orang tua, untuk menyelesaikan berbagai hal.
Anak yang terlalu bergantung biasanya mengalami keterlambatan dalam belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri, sehingga kematangan emosional dan mentalnya juga terhambat.
Anak yang selalu dimanja cenderung kurang peka terhadap kebutuhan orang lain. Karena segala hal yang ia inginkan selalu diberikan, anak mungkin tidak bisa memahami kondisi orang lain yang kurang beruntung.
Hal ini dapat mengurangi rasa empatinya. Selain itu, anak bisa menjadi pribadi yang merasa dirinya lebih unggul atau narsis, sehingga kesulitan dalam membangun hubungan sosial.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
