
Photo
JawaPos.com – Tindakan tidak mengenakkan dialami Patrich Wanggai setelah mengantar timnya memenangi pertandingan melawan Persija Jakarta di Piala Menpora. Mantan pemain Persebaya Surabaya dan Persib Bandung itu menjadi salah satu aktor kemenangan 2-0 lewat satu golnya saat bentrok di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (22/3). Setelah pertandingan, media sosial (medsos) Instagram @wanggaipatrich menerima banyak umpatan bernada rasis.
Kabar Patrich menerima pelecehan itu berawal dari utas akun Twitter @medioclubID. Akun tersebut mengunggah potongan layar komentar-komentar bernada rasial di akun Instagram @wanggaipatrich.
Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI) Richard Achmad Supriyanto menyayangkan kejadian tersebut. ”Federasi sudah kami singgung jauh-jauh hari agar ada edukasi (kepada suporter, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos, Rabu (24/3).
Richard mengajukan tiga usulan untuk menghilangkan rasisme. Pertama, federasi bersama pemerintah harus memiliki formula yang tepat untuk menertibkan pelaku rasisme. Kedua, klub harus berperan aktif dalam mencegah terjadinya rasisme yang menimpa para pemainnya.
”Ketiga, para suporter juga harus aktif mengedukasi anggota, rombongan liar fans, oknum, dan lainnya agar ikut menggalakkan gerakan antirasisme di sepak bola,” tuturnya.
Richard mengakui, menertibkan suporter di media sosial tidaklah mudah. Sebab, siapa saja bisa membuat akun bodong. ”Makanya, suporter harus dibikin pertemuan, kasih edukasi,” katanya.
Ketua OC Piala Menpora Akhmad Hadian Lukita menyatakan, pihaknya terus mempelajari kasus tersebut secara komprehensif. Tujuannya, mendapat solusi yang paling tepat. Sebab, kejadian itu berlangsung di luar lapangan. Berbeda halnya jika peristiwa tersebut terjadi di dalam lapangan.
”Misalnya, ada pemain yang berbuat rasis. Intinya, kami berharap semua bisa saling menghargai dan respek terhadap apa pun yang terjadi. Ingat, sepak bola menyatukan kita semua,” jelas pria yang juga menjabat Dirut PT LIB tersebut.
Manajer Media dan Public Relations PT LIB Hanif Marjuni menjelaskan, karena kasus itu terjadi di medsos, pihaknya juga sulit menindaklanjutinya. ”Yang mau dihukum siapa? Agak susah. Semua orang bisa lho bikin akun palsu begitu kan. Walaupun (suporter) klub A, pura-pura menghujat begitu kan bisa,” ujarnya.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dimintai konfirmasi soal kejadian tersebut tidak merespons. Pesan singkat belum dibalas dan telepon tidak diangkat. Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah mengeluarkan surat telegram terkait dengan Undang-Undang ITE.
Dalam surat bernomor ST/339/II/RES.1.1.1/2021 itu disebutkan, kasus UU ITE ditangani dengan pendekatan restorative justice. Kecuali, untuk perkara yang berpotensi memecah belah, SARA, radikalisme, dan separatisme. ”Ini pengecualian,” tegas Sigit beberapa waktu lalu.
Dengan adanya surat edaran tersebut, tentu kasus rasisme terhadap Patrich Wanggai seharusnya diutamakan untuk diproses hukum. Sebab, kasus itu berpotensi memecah belah karena terdapat unsur rasialisme.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persada sangat menyayangkan adanya umpatan rasis dari suporter bola. Menurut dia, umpatan tersebut tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Nasabah BCA, BNI, Mandiri, BTN & BRI Diminta Ubah Kartu ATM ke Chip
”Pertama dan paling penting, kedua klub sudah memberikan tanggapan bahwa menyesalkan tindakan rasis di media sosial,” ujarnya.
Dia menekankan, hal seperti itu harus benar-benar dijaga. Apalagi menyangkut saudara-saudara asal Papua. ”Jangan sampai terulang tindakan rasis di luar wilayah Papua yang menyulut kerusuhan di Papua,” tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/7AzD-QrdcKE

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
