Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 19.05 WIB

Bertemu Babe Haikal Sambil Santap Nasi Uduk, Pendeta Gilbert Tegaskan Halal Bukan Islamisasi

Kepala BPJPH Haikal Hasan (kanan) menerima kunjungan Pendeta Gilbert Lumoindong (kiri) di Jakarta (17/12). Hilmi/Jawa Pos - Image

Kepala BPJPH Haikal Hasan (kanan) menerima kunjungan Pendeta Gilbert Lumoindong (kiri) di Jakarta (17/12). Hilmi/Jawa Pos

 
JawaPos.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan menerima kunjungan tokoh agama Kristen Pendeta Gilbert Lumoindong di kantornya pada Selasa (17/12). Keduanya sudah bersahabat cukup lama. Pertemuan pagi itu, diawali dengan sarapan nasi uduk bersama-sama. 
 
Usai pertemuan yang digelar selama sekitar satu jam itu, keduanya memberikan pernyataan kepada wartawan. Kepala BPJPH Haikal Hasan mengatakan banyak menerima masukan dari Pendeta Gilbert. "Kami sudah bersahabat lama," kata pria yang akrab disapa Babe Haikal itu. 
 
Dia menegaskan bahwa halal saat ini sudah menjadi gaya hidup. Selain itu halal juga bukan ekslusif untuk umat Islam saja. Karena bagi Babe Haikal, dalam halal juga terkandung semangat keamanan serta kebersihan. "Halal is not for muslim only," katanya. 
 
 
Sementara itu Pendeta Gilbert menyampaikan terima kasih atas jamuan dan keramahan dari Babe Haikal beserta pimpinan BPJPH lainnya. Dia mengakui bahwa urusan halal sangat penting di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. 
 
"Kalau kita bicara agama, itu bicara soal surga," katanya. Untuk bisa menggapai surga, berkaitan dengan apa yang masuk dan keluar dari tubuh umat beragama itu sendiri. Termasuk apa saja yang dimakan. Dia mengatakan di agamanya juga ada aturan apa saja yang tidak boleh dimakan. Seperti darah dan barang sesembahan. 
 
 
Dia mempercayai bahwa apa yang dimakan seseorang umat beragama, akan berpengaruh pada kualitas kehidupannya. "Menurut saya, halal itu tidak bokeh menakutkan. Halal buat semua. Jangan menakutkan. Jangan sampai (ada anggapan) halal itu islamisasi," jelasnya. 
 
Pendeta Gilbert mengatakan upaya negara menggencarkan urusan halal bukan berarti islamisasi. Dia menegaskan tidak ada kaitan antara sertifikasi halal dengan islamisasi. Dia mengatakan bahwa sertifikasi halal itu soal makanan, minuman, dan sejenisnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore