JawaPos.com - Memasuki penghujung tahun, curah hujan di sejumlah daerah di Indonesia kian meningkat. Membawa potensi banjir yang semakin tinggi. Sejumlah elemen mulai persiapan penanganan bencana banjir, diantaranya dengan pengiriman unit perahu karet.
Keberadaan perahu karet saat terjadi banjir sangat penting. Pada beberapa kasus banjir, perahu karet digunakan sebagai alat evakuasi masyarakat yang terjebak genangan banjir. Perahu karet juga bisa digunakan untuk pengiriman logistik bantuan. Pasalnya saat banjir menerjang, jalan darat terputus akibat genangan air.
Upaya pengiriman bantuan perahu karet diantaranya dilakukan oleh Baznas. Mereka menyerahkan perahu karet serta tenda untuk Baznas Tanggap Darurat (BTB) di seluruh Indonesia. Penyerahan bantuan perahu karet dan tenda itu disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Ketua Baznas Prof Noor Achmad menjelaskan, bantuan yang diserahkan berupa 450 tenda dan 30 unit perahu karet. Bantuan ini akan didistribusikan ke 34 provinsi. Khususnya kepada daerah-daerah yang rawan terkena bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
"Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas BTB Baznas di seluruh wilayah Indonesia dalam merespons situasi darurat," kata Noor dalam keterangannya Sabtu (14/12). Dia menjelaskan tenda dan perahu karet itu adalah kebutuhan dasar dalam penanganan bencana. Dalam praktiknya ketersediaan perahu karet dan tenda sering kali menjadi kendala saat bencana terjadi.
Menurut Noor, bantuan ini juga merupakan bagian dari program besar mereka untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada goal atau poin yang berkaitan dengan penanganan bencana dan pengentasan kemiskinan.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak hanya mendapatkan bantuan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang untuk bangkit kembali," tambah Noor. Dengan adanya bantuan itu, mereka berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat. Tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan.
"Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah rawan bencana," tuturnya. Noor juga berharap semakin banyak tim BTB yang terbentuk di seluruh Indonesia. Sehingga makin banyak yang merasakan dampak positif dari adanya tim BTB di tanah air.
Noor mengatakan mereka saat ini memiliki 30 tim BTB di provinsi dan 360 kabupaten/kota. "Namun Insya Allah, kita menargetkan semua provinsi dan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia akan segera dibentuk BTB," ucapnya.
Penyaluran atau distribusi tenda dan perahu karet itu digelar dalam Apel Kesiapsiagaan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Gibran berharap ke depan, Baznas dapat semakin memperkuat perannya dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
"Beberapa langkah yang diharapkan antara lain pemberian pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat," katanya. Kemudian pembangunan sekolah darurat untuk anak-anak korban bencana. Serta pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan akses pendidikan akibat bencana.
Selain itu, program pemberdayaan ekonomi juga menjadi prioritas. Gibran menekankan, perlunya pembuatan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di lokasi relokasi korban bencana. Serta penyaluran bantuan produktif untuk membantu korban bencana memperoleh kemandirian ekonomi.