JawaPos.com - Teuku Riefky Harsya, secara resmi dilantik sebagai Menteri Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (21/10). Kementerian ini tergolong anyar dan pertama kali dibentuk di era Pemerintahan periode 2024-2029.
Adapun sebelumnya, Ekonomi Kreatif hanyalah sebuah badan pemerintah nonkementerian yang sebelumnya dijabat oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Profil Teuku Riefky Harsya
Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1972, Riefky biasa akrab disapa, merupakan politikus senior Partai Demokrat yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Dia bahkan tercatat telah menjadi anggota DPR RI empat periode pemerintahan sejak tahun 2025.
Riefky merupakan lulusan sarjana dari Mass Communication Millitary College of Vermont (US ARMY). Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan mendapat gelar magister jurusan Manajemen Gas.
Adapun kini, Riefky tercatat sebagai menempuh studi doktor di Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Manajemen Keuangam.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah bekerja di sejumlah perusahaan. Mulai dari menjadi direksi di beberapa anak perusahaan milik Investment Group (Tbk) dan menjadi President Director Grandkemang Hotel Management.
Meski lahir di Jakarta, Riefky merupakan berasal dari keluarga Aceh yang cukup terpandang. Keluarganya dikenal berkontribusi dalam ekonomi dan budaya Aceh, serta memiliki kakek yang terkenal perjuangannya dalam bidang militer.
Sang ayah, Teuku Syahrul Mudadalam merupakan pengusaha dan pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sekaligus politikus partai Golkar. Sedangkan sang ibu, Pocut Haslinda Azwar dikenal sebagai penulis buku Sejarah Islam Melayu-Nusantara.
Kakek dan nenek Riefky, Teuku Abdul Hamid Azwar dan Cut Nyak Manyak Keumala Putri menjadi kontribusi penyumbang emas untuk pembelian pesawat udara ketiga di Indonesia berjenis Avro Anson RI 004. Untuk diketahui, pesawat tersebut merupakan salah satu pesawat terbang angkut terawal yang dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia yang berasal dari sumbangan masyarakat. (*)