Kegiatan Senam Haji Indonesia untuk menjaga kebugaran para calon jamaah haji Indonesia (6/10). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sekitar dua pekan lagi, terjadi pergantian Presiden dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Banyak agenda pemerintahan yang sedang berjalan di tengah masa transisi tersebut. Salah satunya adalah penyelenggaraan haji musim 2025. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan persiapan haji tidak terganggu pergantian Presiden.
Juru bicara Kemenag Sunanto menuturkan persiapan haji 2025 terus bergulir. Dia mengatakan sejak awal September lalu, Kemenag sudah menjalankan sejumlah persiapan haji. Termasuk kunjungan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Arab Saudi beberapa waktu lalu, juga terkait dengan persiapan haji tahun depan.
"Persiapan haji 2025 running terus. Tidak terganggu dengan pergantian pemerintah," katanya pada Sabtu (5/10).
Nanto mengatakan, pelaksana teknis persiapan haji adalah aparatur Kemenag. Sehingga tidak ada kaitannya dengan agenda akbar pergantian Presiden dari Joko Widodo ke Prabowo sekitar 2 pekan lagi.
Nanto juga menyampaikan sampai saat ini mereka belum membuka pendaftaran petugas haji 2025. Sehingga informasi yang beredar di masyarakat adalah palsu alias hoax. Nantinya informasi pendaftaran petugas haji, disampaikan secara langsung lewat media sosial (medsos) resmi Kemenag.
Di bagian lain persiapan menyambut penyelenggaraan haji 2025 juga dijalankan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Diantaranya dengan terus mengedukasi para calon jamaah haji untuk menjaga kesehatan. Caranya dengan rutin berolahraga atau aktivitas fisik lainnya.
Pesan tersebut disampaikan Anggota BPKH Harry Alexander dalam Road to BPKH Hajj Run 2024 di Jakarta pada Minggu (6/10). Dia mengingatkan bahwa haji adalah ibadah yang didominasi aktivitas fisik. Sehingga sejak dari tanah air, para calon jamaah haji sudah mempersiapkan kesehatan yang prima.
"Untuk itu, kegiatan ini bagian dari literasi istitoah kesehatan," katanya.
Menurut Harry, syarat berhaji tidak hanya memenuhi aspek istitoah atau mampu secara keuangan. Tetapi juga istitoah secara kesehatan.
Dia juga menyambut baik adanya Senam Haji Indonesia. Para calon jamaah secara mandiri atau bersama-sama, dapat melakukan senam tersebut untuk menjaga kesiapan fisik mereka. Terkait dengan kapan dimulainya pelunasan haji, nantinya akan diumumkan secara resmi oleh Kemenag.
Sementara itu Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) Syarief Hasan Lutfie menyampaikan ada banyak cara untuk menjaga kesehatan fisik tetap prima. Khususnya bagi jamaah haji lansia. Yaitu dengan rutin melakukan jalan kaki. "Bisa tiga sampai empat kali dalam sepekan," tuturnya.
Dia mengingatkan setiap jalan kaki, harus diawali dengan pemanasan. Kemudian ditutup dengan perenggangan.
Dengan jalan kaki rutin, calon jamaah bisa menjaga kondisi jantung, pembuluh darah, pernafasan, otot, sampai persendian. Dia mengingatkan regulasi pemerintah, jamaah harus dinyatakan sehat atau istitoah. Setelah itu baru berhak melakukan pelunasan ongkos haji.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
