Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 19.30 WIB

Badan Geologi: Tidak Ada Dampak Keretakan Tanah dari Gempa di Jabar

Ilustrasi gempa bumi. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan tidak ada dampak ikutan seperti keretakan tanah di Jawa Barat dan sekitarnya setelah diguncang gempa dangkal berskala 5 magnitudo, pada Rabu (18/9) pagi, dikutip dari ANTARA.

"Tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan dan bahaya ikutan yang berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi," kata Kepala Badan Geologi M. Wafid dalam keterangannya di Jakarta.   

Wafid juga mengungkapkan kejadian gempa bumi tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami karena titik episenternya berada di darat.

Baca Juga: Jika Kamu Tidak Ingin Menua Tanpa Ada Rasa Penyesalan, Mulailah Lakukan 7 Hal Ini dari Sekarang

Meski demikian masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya diminta tetap waspada karena berdasarkan data Badan Geologi, sebagian besar wilayah yang merasakan guncangan gempa bumi ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk gempa bumi golongan menengah hingga tinggi.

Sebagaimana dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat kejadian gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan rumah penduduk di Desa Cikembang, Cibeureum, Tarunajaya, Kabupaten Bandung, dan di Kabupaten Garut.   

Wafid menjabarkan lokasi pusat gempa tersebut pada umumnya tersusun oleh morfologi daratan bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga terjal.

Baca Juga: Kiper Persebaya Ernando Ari Bertekad Clean Sheet dan Menang saat Hadapi Persis Solo, Green Force harus Waspadai Moussa Sidibe!

Tim Badan Geologi mengklasifikasikan daerah sekitar pusat gempa umumnya tersusun batuan berumur kuarter (batuan sedimen dan batuan gunung api). Sebagian batuan kuarter tersebut, kata dia, terpantau telah mengalami pelapukan sehingga bersifat mudah lepar, terurai tidak terkonsolidasi dan memperkuat efek guncangan gempa bumi.  

"Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan diharapkan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan petugas BPBD setempat," ujar nya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa tersebut terletak di darat pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 7.19 LS,107.67 BT atau berjarak 24 kilometer dari arah Tenggara Kabupaten Bandung yang dipicu aktivitas Sesar Garcela.

Baca Juga: Angkat Koper dari China Open 2024, Gregoria Merasa Tertampar usai Dihajar Tunggal Putri Nomor 43 Dunia

BMKG mengkonfirmasi berdasarkan laporan masyarakat pada pukul 09.41 WIB, gempa ini dirasakan beberapa saat di sejumlah wilayah di Jawa Barat mulai dari Banjaran (III MMI), Lembang (II-III), Parompong (II-III MMI), Kabupaten Bandung Barat (II-III MMI), Baleendah (II-III MMI), Garut (II-III MMI), Majalaya (III-IV MMI).

BMKG mendapati setidaknya adanya lima aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 10.10 WIB.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore