Wahana udara tak berawak (UAV) Hermes 900 buatan Elbit Systems terlihat di pabrik perusahaan itu di Rehovot, Israel, 28 Juni 2018. ANTARA/REUTERS/Orel Cohen/as
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyampaikan bahwa beberapa teknologi terkini sangat vital bagi Angkatan Udara. Diantaranya teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan satelit. Apalagi bagi Indonesia yang berada di ring of fire atau cincin api Pasifik. Keterangan tersebut dia sampaikan dalam Bali Regional Air and S pace Forum 2024.
Menurut orang nomor satu di TNI AU itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di cincin api Pasifik harus mampu mengantisipasi ancaman dan potensi terjadinya bencana alam. Karena itu, butuh teknologi dirgantara yang memadai untuk menunjang operasi kemanusiaan akibat bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Khususnya dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Tidak sendirian, menurut Tonny, antisipasi bencana alam harus disiapkan dengan berkolaborasi bersama dunia internasional. ”Indonesia yang berada di cincin api Pasifik memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam. Teknologi dirgantara, termasuk UAV dan satelit, sangat vital dalam meningkatkan efektivitas operasi HADR, menyelamatkan nyawa, serta meminimalkan dampak kerusakan,” terang dia melalui keterangan resmi TNI AU.
Bali Regional Air and Space Forum 2024 dilaksanakan sebelum Bali International Air Show 2024 dibuka hari ini (18/9). Forum tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama TNI AU. Dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai negara, lembaga internasional, akademisi, dan sektor industri. Forum itu menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait teknologi kedirgantaraan dan operasi HADR.
Bali Regional Air and Space Power Forum 2024 menghadirkan sejumlah pembicara dengan topik perkembangan terbaru di bidang teknologi dirgantara, termasuk UAV, satelit, dan sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance). Teknologi tersebut dinilai penting dalam mempercepat respons dan koordinasi dalam operasi kemanusiaan di tengah kondisi global yang penuh dengan tantangan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
