
Lima prajurit TNI AL belajar langsung cara mengoperasikan kapal PPA buatan Italia. (TNI AL)
JawaPos.com - Agar benar-benar siap mengoperasikan dua kapal patroli lepas pantai atau Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari perusahaan asal Italia, Fincantieri, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengirim lima personel TNI AL untuk belajar langsung. Mereka ikut onboard dalam pelayaran kapal perangan Angkatan Laut Italia, ITS Raimondo Montecuccoli P-432, dari Jepang ke Indonesia.
Lima prajurit TNI AL itu merupakan perwira menengah yang saat ini bertugas di bawah Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada (Koarmada) II. Sehari-hari mereka berdinas di Markas Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur. Secara lebih terperinci, TNI AL menyampaikan bahwa lima perwira menengah tersebut masing-masing berpangkat letkol, mayor, dan kapten dengan berbagai latar belakang kemampuan.
Para perwira menengah tersebut terdiri atas Letkol Laut (T) Muhammad Syaikhul Azhar, Mayor Laut (P) Angga Radiansyah, Mayor Laut (P) Agung Susyanto, Mayor Laut (E) Wirawan Hanindito, dan Kapten Laut (P) Rian Sisky Putrantio. ”Belajar di kapal PPA milik Italia, berlayar dari Okinawa menuju Jakarta,” ungkap Laksamana Ali. Tujuannya tidak lain agar mereka kenal dan lebih dekat dengan kapal perang yang akan menambah kekuatan armada perang TNI AL.
Kemhan memesan dua kapal PPA serupa dengan ITS Raimondo Montecuccoli P-432. Bila tidak ada kendala, kedua kapal tersebut segera dikirim dan masuk dalam jajaran kapal perang milik Angkatan Laut. Kedua kapal PPA yang dipesan oleh Kemhan dibuat dengan dimensi panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, dan bobot saat full load mencapai 6.250 ton. Kapal tersebut mampu berlayar dengan kecepatan yang sangat tinggi, yakni 30 knot.
Selama onboard di atas ITS Raimondo Montecuccoli P-432, lima perwira menengah TNI AL mendapat kesempatan untuk mempelajari operasional dan observasi kegiatan serta peran-peran yang dilaksanakan oleh kru ITS Raimondo Montecuccoli P-432. Dengan begitu, TNI AL ingin mereka mendapatkan on sea experience serta menambah pengetahuan dan referensi awal dalam persiapan mengawaki dua kapal baru pesanan Kemhan.
Dengan spesifikasi yang bisa ditingkatkan dari kapal PPA menjadi kapal fregat, dua kapal buatan Italia itu akan menjadi kapal perang jenis fregat terbesar yang dimiliki oleh jajaran armada tempur TNI AL. “Ini merupakan realisasi dari program prioritas pembangunan TNI Angkatan Laut, yaitu modernisasi Alutsista dan upaya pemenuhan kebutuhan Alutsista dalam rangka mencapai visi menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ungkap Laksamana Ali.
Berdasar keterangan resmi Kemhan dua kapal itu dilengkapi dengan rudal permukaan ke udara atau Surface to Air Missile (SAM) aster 15 serta peluru vertical DCNS Sylver A43. ”Sistem rudal SAM Aster 15 dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang seperti fregat, destroyer, atau kapal induk,” tulis Kemhan melalui keterangan resmi mereka. Selain itu, kapal tersebut juga dipersenjatai dengan meriam 127 milimeter Vulcano.
Sistem senjata lainnya pada kapal tersebut, masih kata Kemhan, adalah meriam 76 milimeter Strales, meriam ringan 25 milimeter yang dilengkapi dengan Fire Control Radar (FCR) RTN 10X System Dardo, sistem peperangan elektronika RECM; RESM; dan CESM, Tactical Data Link-Y, serta Multifunction Radar Leonardo Kronos. Kedua kapal tersebut akan dikirim ke Indonesia secara bertahap dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
