Muhammad Sholli (kanan) penyandang tunanetra yang mampu menghafal 30 juz Alquran serta jadi peserta MTQN XXX. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Hidup dengan keterbatasan fisik, tidak membuat Muhammad Sholli patah semangat. Dia bahkan mampu menghafal 30 juz Alquran. Kemampuan spesialnya itu diawali dari kegemarannya mendengarkan MP3 rekaman Alquran.
Pria 24 tahun asal Kalimantan Barat itu adalah peserta lomba MTQN XXX di Samarinda, untuk cabang tunanetra. Dengan semangat dan keteguhan yang menyala, Sholli mampu menghafal 30 juz Alquran. Di balik prestasi ini, ada dukungan penuh dari sang ayah yang selalu setia mendampingi.
"Saya sangat bahagia bisa mengikuti lomba ini," ujar Sholli kepada wartawan Sabtu (14/9).
Baginya, pencapaian ini bukan hanya soal tampil di kompetisi MTQN saja. Tetapi merupakan sebuah perjalanan panjangnya dalam menghafal Al-Qur’an yang penuh tantangan.
Sholli menceritakan perjalanannya dalam menghafal Alquran. Kecintaan Sholli terhadap Alquran dimulai dari kebiasaannya mendengarkan lantunan ayat-ayat suci melalui rekaman MP3.
"Awalnya saya sering mendengar Alquran dari MP3, dan semakin sering mendengarkannya," kenang Sholli.
Meski tanpa bantuan visual, ia menggunakan metode murajaah atau pengulangan hafalan dengan mendengarkan MP3 dan dibimbing seorang guru. Sang guru bertugas membenarkan bacaannya, jika ada salah.
Di balik setiap langkah Sholli, sang ayah selalu setia menemani. Mahruji, sang ayah Sholli selalu mendampingi Sholli di setiap latihan.
Ketika dia mulai menghafal dengan mendengarkan MP3, terus memberi senang. Bagi ayah Sholli, keberhasilan anaknya menghafal 30 juz Alquran adalah cerminan kekuatan iman.
Selama ini ayah Sholli tidak pernah absen dari setiap latihan yang dilakukan anaknya. Setiap kali Sholli latihan menghafal Alquran, Mahruji selalu di sampingnya. Karena baginya, kehadiran itu merupakan bentuk dukungan terbaik dari ayah kepada anaknya.
Begitupun saat Sholli tampil di ajang MTQN XXX di Samarinda, sang ayah ikut mendampingi. Ayah Sholli membaur bersama penonton, sambil memberikan dukungan kepada anaknya lewat doa.
Meski telah berhasil meraih prestasi hafal 30 juz Alquran, Sholli masih menyimpan harapan besar untuk masa depannya. "Harapan saya adalah bisa memperbaiki penampilan di masa mendatang. Saya bertekad untuk terus meningkatkan hafalan dan bacaan Alquran agar lebih sempurna," kata Sholli.
Sang ayah juga berharap agar Sholli terus mengasah kemampuannya. "Harapan saya, Sholli bisa menjadi penghafal Alquran yang lebih baik lagi," ujar Mahruji.
Kisah Muhammad Sholli dan ayahnya mengajarkan pentingnya ketulusan, tekad, dan cinta untuk meraih impian. Dukungan keluarga yang tak tergoyahkan menjadi kunci di balik setiap pencapaian besar.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
