Potret kapal selam kelas scorpene buatan Naval Group, Perancis. (Dok. Kemhan)
JawaPos.com - Kementerian Pertahan (Kemhan) sudah menandatangani kontrak pengadaan kapal selam scorpene dari Naval Group, Prancis. Tidak satu unit, mereka memesan dua unit kapal selam scorpene.
Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Humas Setjen Kemhan) Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan bahwa pengadaan itu memberikan beberapa keuntungan untuk TNI AL.
Selain mendapat kapal selam canggih dan modern, TNI AL akan mendapatkan material untuk menjalankan tiga misi atau setara satu tahun operasi.
”Penandatanganan ini nantinya diwujudkan untuk pengadaan dua unit kapal selam scorpene, simulator untuk training, pelatihan untuk ABK, instruktur dan operator simulator, Integrated Logistic Support,” terang Edwin saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com pada Kamis (12/9).
Tidak hanya itu, joint operation agreement yang ditandatangani oleh Naval Group bersama PT PAL Indonesia pada 12 Desember 2023 juga akan menguntungkan. Edwi menyampaikan bahwa kesepakatan kerja sama tersebut memungkinkan PT PAL Indonesia dilibatkan dalam pembangunan kapal selam scorpene.
”Pelaksanaan pembangunan kapal selam scorpene sepenuhnya di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya,” ungkapnya.
Data Kemhan menyebut, kapal selam scorpene yang akan memperkuat TNI AL sudah dilengkapi dengan torpedo Black Shark, Missile SM 39 serta dapat dipasangi Torpedo F21. Tidak hanya itu, alutsista strategis Angkatan Laut tersebut sudah dilengkapi non akustik sensor dan sistem komunikasi. Kemampuan indiscretion rate-nya juga tinggi. Mencapai 4,5 persen.
Dengan kemampuan indiscretion rate tersebut, kapal selam scorpene tidak terdeteksi oleh musuh saat beroperasi di bawah air. Keunggulan lainnya dari kapal selam tersebut adalah Full Lithium Ion Battery. dengan Full Lithium Ion Battery, kapal selam scorpene dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Itu sesuai dengan kebutuhan TNI AL.
Sistem senjata dan teknologi baterai pada kapal selam scorpen dilengkapi dengan Teknologi Acoustic Discretion Technology for Minimising Radiated Noise dan Planar Array. Teknologi Planar Array adalah jenis antena di lingkungan laut yang dapat mendeteksi dan menganalisis informasi secara lebih akurat dan cepat saat kapal selam beroperasi.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
