
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama jajaran Forkominda Kabupaten Gresol meresmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks RSUD Ibnu Sina, Kamis (25/7). (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui RSUD Ibnu Sina terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks RSUD Ibnu Sina, Kamis (25/7).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, peresmian ini menandai langkah maju dalam penyediaan fasilitas kesehatan khususnya bagi penderita kanker di Kabupaten Gresik dan sekitarnya.
"Peresmian Gedung IPKT ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini, penderita kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini adalah langkah dalam mewujudkan Gresik sebagai kota yang sehat dan peduli terhadap kesehatan warganya,” terang Yani dalam sambutannya.
Adanya IPKT merupakan hasil dari sinergi antara RSUD Ibnu Sina bersama Pemkab Gresik dengan Kementerian Kesehatan RI. Untuk diketahui, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Pulau Jawa mendapatkan DAK dari Kementerian Kesehatan RI berupa alat radioterapi dengan nilai total 50 Miliar Rupiah.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat meninjau Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks RSUD Ibnu Sina, Kamis (25/7). (Istimewa)
"Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat. Dari sini, kita tindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan RI, tentang apa saja yang kita butuhkan. Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah pantura," ungkapnya.
Lebih lanjut, selain menyiapkan tenaga medis yang mumpuni saat ini RSUD Ibnu Sina juga tengah menjalin komunikasi terkait perijinan serta dengan BPJS Kesehatan terkait MoU. Dengan begitu, nantinya fasilitas IPKT ini akan bisa melayani pasien UHC.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat meresmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks RSUD Ibnu Sina, Kamis (25/7). (istimewa)
Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati Aminatun Habibah. Dirinya mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat Gresik. Namun, adanya fasilitas kesehatan baru di RSUD Ibnu Sina ini diharapkan tetap diiringi dengan gaya hidup sehat oleh masyarakat.
"Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karenanya, kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan menghadirkan instalasi yang terpadu dan berkualitas. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat," ujarnya.
IPKT di RSUD Ibnu Sina dirancang untuk memberikan pelayanan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi bagi pasien kanker. Dengan dukungan peralatan medis canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan instalasi ini dapat memberikan layanan terbaik dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat meninjau fasilitas Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks RSUD Ibnu Sina, Kamis (25/7). (Istimewa)
Dirut RSUD Ibnu Sina, Dr. Soni menjelaskan, penyakit kanker merupakan satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi, dari yang dulunya penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.
Data BPJS yang dihimpun mulai tahun 2017-2022 menunjukkan, angka penyebab kematian di Indonesia sebanyak 87% diakibatkan akibat penyakit tidak menular. Seiring dengan itu, data kematian tahun 2023 di RSUD Ibnu Sina sebanyak 75,81% jugadiakibatkan penyakit tidak menular. Khusus untuk penyakit kanker, data tahun 2023 menunjukkan sebanyak 1.386 kasus tercatat masuk di RSUD Ibnu Sina.
"Kasus ini rata-rata kita rujuk ke Surabaya, dan antrinya kurang lebih 6 bulan. Insha Allah tahun ini kita bisa meresmikan gedung IPKT ini, SDM kita sudah siap dan alat-alat juga sudah siap. Perijinan akan kita selesaikan sehingga gedung ini bisa segera beroperasional penuh," pungkasnya.(***)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
