
Menpan RB Abdullah Azwar Anas.
JawaPos.com–Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mendorong Kantor Perwakilan RI di berbagai belahan dunia menerapkan digitalisasi untuk wujudkan pelayanan terintegrasi. Hal itu dilakukan agar dapat mewujudkan pelayanan publik terintegrasi yang memudahkan warga negara Indonesia (WNI) dalam aksesibilitas dan kecepatan layanan.
”Hari ini saya bertemu dengan para diplomat Indonesia yang tersebar di seluruh kawasan Amerika dan kami mendorong agar para diplomat Indonesia untuk memangkas proses bisnis dan mewujudkan pelayanan digital dengan cara yang lebih efisien agar bekerja berdampak bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Amerika,” ujar Menteri Anas dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Publik dan Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kawasan Amerika di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (31/5).
Kementerian Luar Negeri memiliki peran penting dalam melindungi WNI di luar negeri. Peran tersebut antara lain adalah perlindungan di bidang hukum dan HAM, konsuler dan bantuan darurat, pemantauan dan penanganan kasus, penyuluhan dan edukasi, diplomasi dan negosiasi, hingga reintegrasi dan bantuan kepulangan.
Menteri Anas menyatakan, dalam menjalankan peran penting tersebut, Kantor Perwakilan RI perlu melakukan inovasi dan hal-hal yang out of the box. Itu untuk mendukung dan mengakselerasi pelayanan bagi masyarakat Indonesia. Kantor Perwakilan RI dapat terus beradaptasi untuk mampu menghadapi tantangan yang dinamis.
Selaras dengan perwujudan pelayanan publik terintegrasi di berbagai perwakilan Indonesia, Menteri Anas menjelaskan, saat ini Indonesia telah memiliki government technology yang dikenal dengan INA Digital. Pelayanan dari Kementerian Luar Negeri nanti dapat diinteroperabilitaskan agar makin memudahkan WNI ketika berada di luar Indonesia dalam mengurus berbagai layanan.
Saat ini, Indonesia memiliki 132 kantor perwakilan RI yang terdiri atas 95 perwakilan diplomatik, 34 perwakilan konsuler, serta 3 perutusan tetap. Kantor Perwakilan RI harus dapat menjadi hub dalam menjembatani seluruh layanan yang berkaitan dengan perlindungan WNI serta berbagai aspek kenegaraan di luar negeri.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas hadiri Rapat Koordinasi Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI di Kawasan Amerika di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (31/5).
Dalam menjalankan tugas tersebut, menurut Anas, berbagai instansi terlibat sesuai dengan kewenangan masing-masing. Untuk mewujudkan pelayanan publik terintegrasi, perlu dibentuk aturan dan kebijakan kolaboratif dalam perlindungan WNI dan berbagai aspek kenegaraan yang tidak lagi mementingkan urusan instansi masing-masing.
”Meskipun perwakilan RI sering kali didominasi Kementerian Luar Negeri, perlindungan dan pelayanan bagi WNI adalah tanggung jawab bersama secara kolaboratif. Untuk mendorong implementasi pelayanan publik yang prima, perlu untuk terus dilakukan pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala untuk Kantor Perwakilan RI agar penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan harapan masyarakat,” lanjut Menteri Anas.
Menteri Anas juga berkesempatan untuk meninjau pelayanan Konsulat Jenderal RI di Los Angeles serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles. Pelayanan yang diberikan sudah baik, namun masih ada beberapa aspek yang dapat diperbaiki.
”Saya tadi cek berbagai layanan, memang ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Harapan saya ke depan agar ini juga bisa menjadi prioritas para diplomat, selain fungsi diplomasi juga dapat meningkatkan layanan bagi warga negara dengan cara-cara yang lebih mudah,” ungkap Anas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto menyampaikan, rapat koordinasi bagi Kantor Perwakilan RI di kawasan Amerika penting untuk dapat menyamakan persepsi dan tujuan dalam pelayanan dan perlindungan WNI. Kesamaan pandangan diperlukan karena kawasan Amerika memiliki karakteristik yang unik dan istimewa.
”Yang telah disampaikan Menteri PANRB terkait dengan birokrasi berdampak bagi WNI menjadi tekad dan komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan publik prima di seluruh Kantor Perwakilan RI di seluruh dunia dan khususnya kawasan Amerika,” terang Andy Rachmianto.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pejabat konsuler yang tersebar di berbagai Kantor Perwakilan RI di kawasan Amerika juga menyampaikan apresiasi terkait langkah strategis kebijakan yang dikeluarkan Kementerian PANRB. Kebijakan tersebut meliputi simplifikasi pelaksanaan reformasi birokrasi dan evaluasi yang dilakukan, kebijakan digitalisasi pelayanan publik, penyederhanaan birokrasi dan tata kelola jabatan fungsional yang memudahkan para diplomat dalam pengisian pelaporan kinerja.
Menpan RB Abdullah Azwar Anas mendorong Kantor Perwakilan RI terapkan digitalisasi untuk wujudkan pelayanan terintegrasi dan memudahkan WNI.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
