
Antrian panjang mobil saat akan memasuki gerbang tol Cikampek Utama arah Jakarta, Minggu (14/4/2024). Pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, contraflow, dan ganjil-genap untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik Lebaran 2024.
JawaPos.com - Korlantas Polri melaporkan telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan yang melintas baik di jalan arteri dan jalan tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2024.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan, selama momen itu pihaknya telah menerapkan sebanyak 27 kali contraflow dan 217 one way. Khusus one way, dilakukan sebanyak 197 kali di jalan arteri dan 20 kali di jalan tol.
"Kita juga melakukan beberapa rekayasa lalin. Untuk contraflow ada 27 kali kita lakukan di Tol Jakarta-Cikampek dan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) one way sendiri kita lakukan 20 kali di jalan tol," kata Aan dalam acara Penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2024 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).
Sedangkan di jalur arteri, one way diterapkan di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng). Khusus di Jabar, one way diterapkan di jalur Limbangan-Gentong sebanyak 197 kali. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan penerapan one way pada tahun sebelumnya yang dilakukan sebanyak 146 kali.
"Di Jateng juga demikian, kita beberapa kali melakukan pengaturan di arteri Paguyangan-Klonengan ini menjadi catatan kita di tahun 2025 sehingga permasalah di arteri titik tertentu ini bisa ada solusi ke depannya," jelasnya.
Lebih lanjut, Aan juga mengatakan Polri pun menerapkan sebanyak 40 kali rekayasa lalin delaying system di Jalan Tol Jakarta-Merak. Terlebih, pemudik yang melakukan perjalan untuk menyeberang ke Pulau Sumatera telah ramai dan mengantre sejak H-5 Lebaran.
"Karena volume lalin naik, kita melakukan 40 kali delaying system, mulai dari Km 13 sampai dengan Km 68 di jalan tol," lanjutnya.
Meski begitu, Aan menilai bahwa delaying system yang dilakukan tersebut belum optimal mengurangi penumpukan kendaraan masyarakat di jalur menuju Pelabuhan Merak. Sehingga, hal itu menjadi catatan Polri dan stakeholder terkait untuk menyiapkan solusi yang ampuh.
"Ini jadi catatan kita tahun depan, Merak-Bakauheni ini harus ada solusi yang revolusioner sehingga tahun depan bisa menampung arus lalin menuju ke Sumatera," ujarnya.
Namun, di sisi lain, dilihat dari kecepatan kendaraan yang bersumber dari data Jasa Marga, pada saat arus mudik terjadi penambahan kecepatan sebanyak 0,8 km/jam. Artinya waktu tempuh kendaraan dengan rute Jakarta-Semarang menjadi lebih cepat 11 menit dari tahun lalu.
Meski begitu, pada arus balik tercatat ada perlambatan sebesar 2,2 km/jam atau 13 menit apabila dibandingkan tahun lalu. "Itu juga menjadi catatan kami, perlu kita perbaiki pada saat pelayanan arus mudik dan balik tahun 2025," pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
