Bandara Dhoho Kediri merupakan salah satu proyek bandara yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). (IST)
JawaPos.com - Bandara Dhoho Kediri, secara resmi akan menggelar penerbangan perdana menggunakan maskapai Citilink, pada hari ini, Jumat (5/4). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pengoperasian bandara tersebut, meski belum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau pejabat terkait di pemerintahan pusat.
Usai sukses melakukan penerbangan perdana, Bandara yang memiliki kode International Air Transport Association (IATA), DHX akan membuka penerbangan rutin seminggu dua kali, setiap Selasa dan Sabtu dengan rute Kediri (DHX)-Jakarta (CGK) PP.
Profil Bandara Dhoho
Bandara Dhoho Kediri merupakan salah satu proyek bandara yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam hal ini, pembangunannya dilakukan oleh PT Gudang Garam melalui anak perusahaannya PT Surya Dhoho Investama.
Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018.
Secara total, bandara ini dibangun murni menggunakan uang milik swasta dengan menelan biaya sebesar Rp 13 triliun. "Jadi budget (pembangunan) yang kita persiapkan adalah Rp 13 triliun," kata Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDHI) Maksin Arisandi dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, anggaran pembangunan Bandara Dhoho ini membengkak dari sebelumnya Rp 10 triliun, kemudian pada Maret 2023 ditambah Rp 3 triliun menjadi Rp 13 triliun.
Meski murni dibangun dengan dana perusahaan swasta, bandara ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Angkasa Pura Airports yang memiliki peran untuk mengoperasikan bandara, sedangkan PT SDHI selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) sekaligus pemilik aset berperan untuk mengelola Bandara.
Bandara ini memiliki panjang runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 60 meter, apron commercial berukuran 548 x 141 meter, apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.
Pada sisi darat, bandara ini akan memiliki terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun. Selain itu, Bandara Internasional Dhoho Kediri di Jawa Timur, mampu menampung dan didarati oleh pesawat berbadan raksasa, yakni Boeing 777.
Selain itu, kehadiran bandara ini diharapkan dapat melancarkan konektivitas antar wilayah khususnya di Jawa Timur bagian selatan, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru, pariwisata, dan perdagangan. Selain itu, bandara ini juga diharapkan dapat melayani penerbangan haji dan umroh.
Ketika Bandara Dhoho Kediri selesai dibangun, pemerintah merencanakan untuk membuka penerbangan umrah, sehingga beberapa wilayah di Jawa Timur tidak perlu pergi jauh ke Surabaya dan Jakarta.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
