
Petuga Bea Cukai melakukan pemeriksaan IMEI ponsel penumpang yang baru tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Selasa (26/12). (Cecep Mulyana/Batam Pos)
JawaPos.com - Achmad Kurnia sebagai pelaku usaha memahami betul aturan deklarasi barang bawaan ke luar negeri. Dia merupakan pemilik CV Siji Lifestyle. Usaha yang dirintis pada 2007 itu berfokus pada berbagai kerajinan dan furnitur dengan berorientasi pada ekspor. Dengan fokus tersebut, Achmad sering bolak-balik berpameran di luar negeri untuk menggaet buyer.
Kepada Jawa Pos, Achmad menceritakan, dalam mengirimkan barang ke luar negeri, dirinya menerapkan dua metode: via pelabuhan dengan memakai kontainer dan barang pameran yang dibawa sendiri saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
”Yang menggunakan kontainer kami deklarasinya sebagai barang tidak kembali ke Indonesia. Sebab, sesampai di luar negeri, barangnya sudah kami jual ke buyer. Tapi, ada beberapa barang yang harus saya bawa kembali ke Indonesia seperti item-item koleksi master terbaru. Nah, ketika saya tahu saya bawa barang ini ke luar negeri dan akan saya bawa kembali, itu memang saya deklarasikan ke Bea Cukai di bandara,” jelasnya kemarin.
Dalam setahun, Achmad bisa dua hingga empat kali melakukan pameran di Eropa maupun AS. Dalam kurun waktu itu pula, berbagai prosedur deklarasi barang selalu dia lakoni dengan telaten. ”Saya lapor, mengisi form namanya Dokumen BC 3.4 atau form barang kembali. Setelah mengisi form, saya diberi barcode yang tidak boleh hilang. Saya foto barcode tersebut,” papar pria asal Jogjakarta itu.
Bertahun-tahun melalui prosedur tersebut, Achmad menegaskan tak pernah dikenai biaya sepeser pun oleh Bea Cukai. ”Nggak ada biaya apa pun. Bahkan, biasanya petugas Bea Cukai nggak mengecek satu per satu. Sebab, sudah saya lampirkan foto dan deskripsi beberapa produk di bagian pembungkus agar memudahkan. Ada juga yang minta dibuka bungkusnya satu saja, lantas dicocokkan. Itu saja,” bebernya.
Achmad mengungkapkan, barang bawaan pribadi miliknya seperti tas jinjing maupun laptop tak pernah dideklarasikannya. Sebab, dia merasa barang bawaan miliknya itu bukan barang dengan nilai tinggi. Petugas Bea Cukai di bandara pun tak mempermasalahkannya.
Selain pelaku usaha, atlet juga kerap membawa barang bernilai tinggi. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jadi Rajagukguk mengakui, ketentuan pelaporan itu tidak menjadi masalah bagi tim sepeda Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) Tipi Jabrik mengungkapkan, para atletnya juga harus menjalani pemeriksaan oleh Bea Cukai di bandara karena membawa perlengkapan papan selancar ke luar negeri. Sejauh ini mereka tidak dikenai biaya.
Tipi menjelaskan, para surfer Merah Putih selama ini melaporkan dan mendaftarkan barang-barangnya ke Bea Cukai sebelum terbang. ”Kami membantu dengan surat rekomendasi untuk atlet kalau keluar dan kembali (membawa) papan berapa banyak,” ungkapnya kepada Jawa Pos.
Mulai atlet junior, senior, hingga profesional, PB PSOI membantu. ”Biar bisa diberi rekomendasi agar nanti pas kembali lagi bisa dibawa pulang papannya,” tandas pria yang juga kakak artis Luna Maya itu. (dee/raf/drw/c14/fal)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
