
Ilustrasi lansia saat mudik. (Sumber: freepik/DC Studio).
JawaPos.com - Mungkin, persiapan Anda saat hendak mudik ke kampung halaman bersama lansia bisa sedikit berbeda.
Mudik dengan lansia memerlukan perencanaan khusus karena kondisi fisik mereka yang tidak sekuat saat muda.
Terutama jika lansia tersebut memiliki penyakit kronis. Oleh karena itu, semua anggota keluarga perlu siap membantu jika terjadi gangguan kesehatan pada lansia tersebut.
Dikutip dari nu.or.id, Minggu (24/3), hal yang paling penting diperhatikan untuk mudik bersama lansia adalah kesehatannya. Berikut tips mudik aman dan nyaman bersama dengan lansia.
Sebelum mudik bersama lansia, penting untuk memeriksa kesehatan mereka terlebih dahulu
Yang paling penting adalah mengecek kondisi kesehatan lansia sebelum melakukan perjalanan. Meskipun terlihat sehat, tetaplah penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk orang tua Anda.
Langkah ini diambil untuk menghindari kemungkinan lansia jatuh sakit secara tiba-tiba selama perjalanan. Oleh karena itu, menjalani pemeriksaan medis oleh dokter sebelum melakukan perjalanan adalah suatu keharusan.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang merawat lansia tersebut mengenai rencana perjalanan.
Hal ini dilakukan agar dokter dapat memberikan saran dan strategi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan lansia tetap optimal selama perjalanan mudik.
Pilih moda transportasi yang aman dan sesuai dengan kondisi lansia
Dikutip dari insanmedika.co.id, saat merencanakan perjalanan mudik bersama lansia, langkah pertama yang harus dipertimbangkan dalam memilih transportasi yang sesuai.
Anda perlu mempertimbangkan berbagai opsi transportasi yang aman dan memiliki risiko rendah. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan waktu tempuh dari masing-masing mode transportasi.
Antara mobil, kereta, dan pesawat, pilihlah yang paling aman, terjangkau, dan mudah diakses. Biasanya, masalah seperti ini timbul karena terlalu lama duduk dengan posisi kaki ditekuk.
Kondisi ini bisa mengganggu aliran darah dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan lansia. Gejala seperti kaki bengkak, nyeri saat berdiri atau berjalan, sensasi panas pada kaki, dan kemerahan dapat menjadi tanda-tanda kondisi tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
