
The Daddies usai bermain melawan pasangan asal India Satwiksairaj/Chirag dibabak R32 All England 2024.
JawaPos.com – Perjalanan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di turnamen bulu tangkis All England 2024 sudah berakhir. Di babak pertama yang dilaksanakan di Arena Birmingham, Inggris, pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB (14/3) keduanya kalah dua game langsung 18-21 14-21 atas unggulan pertama ganda putra asal India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Kekalahan ini membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 4-4. Sebelumnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty kali terakhir bertemu di babak 16 besar France Open 2023 dan dimenangkan The Daddies dengan 25-23, 19-21, 21-19.
''Mereka sedang dalam performa puncak. Kami banyak kecolongan dari permainan datar padahal sudah sempat beberapa kali mendekati bahkan menyamakan poin,'' kata Ahsan seperti dikutip dari Humas PP PBSI.
Hasil di All England 2024 ini memperpanjang jebloknya hasil dari pasangan mantan satu dunia itu di tahun ini. Dari tiga turnamen yang diikuti, semuanya tumbang di babak awal. Dimulai dari Malaysia Open di bulan Januari, Hendra/Ahsan kalah di babak kedua oleh pasangan Tiongkok 21-17, 7-15.
Game kedua tidak dilanjutkan karena Ahsan mengalami cedera dan membuat pasangan ini sempat absen di beberapa turnamen. Termasuk di kandang sendiri dalam Indonesia Masters 2024.
Setelah dianggap bugar, Hendra/Ahsan kembali ke lapangam dan tampil di France Open 2024. Hasilnya cukup mengecewakan. Keduanya langsung tumbang di babak pertama dari ganda tuan rumah Lucas Corvee/Ronan Labar dengan 19-21, 17-21, 19-21.
Hasil itu membuat peringkat keduanya terus turun. Terakhir, dari ranking ganda putra yang dirilis BWF atau Federasi Bulu Tangkis Dunia, The Daddies ada di posisi 14 atau turun satu tingkat dari pekan sebelumnya.
Sedang di peringkat kualifikasi Olimpiade Paris 2024, mereka ada di possi 16. Posisi yang jika bertahan hingga penutupan poin dan peringkat untuk bisa lolos, bisa dipastikan juara All England 2014 dan 2019 itu harus mengubur impiannya berlaga di pesta olahraga empat tahunan itu. Pada Olimpiade Tokyo 2020 yang dilaksanakan 2021, The Daddies masih bisa lolos ke semifinal.
Sayang, keduanya gagal membawa pulang medali perunggu setelah kalah dari ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan tiga game 21-17, 17-21, 14-21. Kegagalan itu membuat Indonesia juga gaga meraih medali dari nomor ganda putra.
Meski unggulan pertama dan keduanya adalah pasangan Indonesia. Ungggulan pertama nomor ganda putra di Olimpiade Tokyo 2020 adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya. Keduanya malah sudah terhenti di babak perempat final.
Dengan usia Hendra/Ahsan yang semakin tua, bisa jadi Olimpiade Tokyo menjadi olimpiade terakhir kalau gagal lolos ke Paris 2024. Saat ini, usia Ahsan sudah 36 tahun dan Hendra malah lebih tua, 39.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Jadi Tim Paling Banyak Hasil Seri di Liga 1 Indonesia, Berikut Analisanya
Hanya dibanding Ahsan, Hendra sudah pernah merasakan emas olimpiade ketika berpasangan dengan almarhum Markis Kido di Olimpiade Beijing 2008. Hendra/Ahsan sendiri punya koleksi gelar tiga kali juara dunia yakni 2013 di Guangzhou, Tiongkok, 2015 di Jakarta, dan 2019 di Basel, Swiss.
Hanya hasil buruk dan usia yang tahun in sudah uzur belum membuat mereka mengundurkan diri dan pensiun usai kalah di babak I All England 2024.
''Terima kasih sudah menjadikan kami kesayangan publik semua terutama di All England ini. Tapi kalau bicara (pensiun), pasti ada waktunya. Tidak mungkin kami main sampai umur 50 tahun misalnya,’’ tandas Hendra. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
