
Wali Kota Eri Cahyadi pimpin arak-arakan piala Adipura Kencana dari Jalan Ahmad Yani menuju Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu (6/3).
JawaPos.com–Kota Surabaya berhasil meraih Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ajang penghargaan tertinggi bagi kabupaten/kota di Indonesia pada bidang pengelolaan lingkungan hidup tersebut, diserahkan Kementerian LHK di Jakarta, Selasa (5/3).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa Adipura Kencana berhasil diraih berkat dukungan dan kerja keras seluruh stakeholder. Mulai dari perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, pelaku usaha, serta seluruh warga Kota Surabaya.
”Alhamdulillah kita bisa meraih Adipura Kencana yang kedelapan kalinya berturut. Matur nuwun (terima kasih), ini semua berkat dukungan njenengan (Anda) semua,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (7/3).
Tidak hanya Adipura Kencana, pada 2023, Kota Surabaya juga menerima empat penghargaan lain di bidang lingkungan hidup. Keempat penghargaan itu adalah Proklim (Program Iklim Kampung) 2023, Adiwiyata Mandiri 2023 dan Adiwiyata Nasional 2023, serta Green Leadership Nirwasita Tantra 2022.
”Semoga penghargaan ini memberikan semangat kepada kita dan menunjukan kepada kita bahwa Kota Surabaya dibangun dengan rasa kekeluargaan dan kebersamaan,” ujar Wali Kota Eri.
Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional merupakan bentuk penilaian dari tingginya kesadaran lingkungan oleh seluruh siswa SD-SMP Surabaya. Sehingga tercipta Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) di lingkungan sekolah. Sebanyak 1 sekolah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dan 9 sekolah meraih Adiwiyata Nasional.
Selain Adipura Kencana, Kota Surabaya juga menerima penghargaan Proklim 2023, Adiwiyata Mandiri 2023 dan Adiwiyata Nasional 2023, serta Green Leadership Nirwasita Tantra 2022.
Selain Adiwiyata, masyarakat dan Wali Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Proklim (Program Kampung Iklim). Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang melakukan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di wilayahnya.
Sebanyak 1 RW di Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Proklim Lestari dan 10 RW meraih penghargaan Proklim Utama. Sementara itu, Wali Kota Surabaya menerima penghargaan pembina Proklim tingkat kabupaten/kota.
Penghargaan yang tak kalah bergengsi lain adalah Green Leadership Nirwasita Tantra. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian LHK kepada kepala daerah dan pemerintah daerah atas keberhasilan dalam merumuskan serta menerapkan kebijakan sesuai prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Nirwasita Tantra 2022 yang diserahkan pada 2023, merupakan penghargaan yang diraih selama delapan kali berturut oleh Kota Surabaya.
Sebagai wujud syukur dan terima kasih Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada seluruh stakeholder, piala Adipura Kencana itu diarak dari Jalan Ahmad Yani menuju Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu (6/3). Dengan mengendarai mobil jeep, Wali Kota Eri Cahyadi didampingi Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani, memimpin arak-arakan Adipura Kencana bersama sejumlah penghargaan lain di bidang lingkungan hidup.
Di sepanjang rute pawai, masyarakat bersama ratusan pelajar SMP hingga Kader Surabaya Hebat (KSH), tampak antusias menyambut beberapa penghargaan yang berhasil diraih Kota Surabaya. Bahkan, di Balai Kota Surabaya, pemkot secara khusus menggelar pesta rakyat dengan menyediakan panggung hiburan dan makanan untuk para petugas kebersihan, pelajar, KSH, serta masyarakat.
”Kita bisa ditunjukkan bahwa kita sebagai manusia, punya derajat, harkat dan martabat yang sama dalam membangun kota ini. Matur nuwun (terima kasih) untuk semuanya,” tutur Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri menyatakan bahwa pada 2024, pihaknya berkomitmen mempertahankan Adipura Kencana. Nah, untuk bisa mempertahankan penghargaan itu, harus ada hal baru yang dilakukan Kota Surabaya. Seperti di tahun 2023, pemkot mendirikan Bank Sampah tingkat kota dan menambah jumlah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (reduce, reuse, dan recycle).
”TPS 3R tahun ini sudah nambah, tapi tahun depan akan nambah lagi. Karena TPS 3R ini salah satu faktor yang memisahkan ketika (sampah) dari rumah menuju Bank Sampah Kota. Maka yang bisa dihancurkan di TPS 3R menjadi pupuk dan kompos kita lakukan di sana. Sisanya baru kita bawa ke Bank Sampah Kota seperti botol plastik dan lainnya,” papar Eri.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
