
Bandara internasional banyuwangi (gbcindonesia.org)
JawaPos.com – Bandara Internasional Banyuwangi atau Banyuwangi International Airport, merupakan salah satu bandara bertaraf internasional yang jadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur (Jatim).
Dilansir dari angkasapura2.co.id, bandara dengan landas pacu 2.250 meter ini terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jatim.
Pada awalnya, bandara ini bernama Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Lalu pada 2017, diubah menjadi Bandara Banyuwangi.
Diketahui pada 2018, bandara resmi membuka penerbangan rute internasional yakni Banyuwangi-Kuala Lumpur (Malaysia) PP.
Bandara ini juga digunakan untuk keperluan pendidikan penerbangan Bali International Flight Academy (BIFA), Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) dan Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).
Dalam perampungan bangunan fisiknya, bisa dibilang bandara ini mengalami banyak sekali jalan terjal. Untuk diketahui, pada awalnya bandara ini diinisiasi oleh Bupati Purnomo Sidik.
Anggaran sudah disiapkan, material pun sudah sempat dikirim menuju lokasi awal bandara yakni di Afdeling Sidomukti dan Afdeling Muktisari di Kecamatan Glenmore, bekas landasan pacu pesawat capung.
Namun, proyek tidak dilanjutkan karena Purnomo Sidik lengser dari jabatannya. Situasi semakin tidak kondusif karena pada saat yang sama juga terjadi Pembantaian Banyuwangi 1998.
Pembangunan lalu dilanjutkan oleh Bupati Samsul Hadi. Namun, lahan di Kecamatan Glenmore ternyata tidak layak untuk bandara karena topografi wilayah yang bergunung-gunung.
Melalui keputusan menteri (Kepmen) nomor 49 tahun 2003, ditentukan lahan untuk pembangunan bandara, yakni di wilayah Desa Blimbingsari, yang pada saat itu masih menjadi bagian dari Kecamatan Rogojampi.
Lagi-lagi pembangunan terkendala. Kali ini karena pembebasan lahan yang sangat lambat. Ditambah lagi, dua bupati (Samsul Hadi dan Ratna Ani Lestari) terjerat kasus korupsi yang merugikan negara sejumlah Rp 40,99 miliar.
Akhirnya pembangunan berhenti lagi. Barulah pada tahun 2004 hingga 2008 dilakukan lagi pembangunan bandara secara bertahap dengan pendanaan berasal dari APBN.
Setahun setelahnya, yakni pada 2009, tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan surat nomor 167/DBU/II/2009 tertanggal 9 Februari 2009 tentang pemanfaatan Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi untuk lepas landas dan mendarat pesawat jenis CASA.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
