Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 04.15 WIB

Bagi-bagi Amplop Serang Kecamatan Rembang Jawa Tengah Jelang Pemilu, Cek Nominalnya!

Gelombang amplop, atau yang dikenal sebagai serangan fajar, mulai memenuhi masa tenang pemilu di Kabupaten Rembang. (ISTIMEWA) - Image

Gelombang amplop, atau yang dikenal sebagai serangan fajar, mulai memenuhi masa tenang pemilu di Kabupaten Rembang. (ISTIMEWA)

 
JawaPos.com - Gelombang amplop atau yang biasa disebut serangan fajar mulai mengganggu masa tenang pemilu di Kabupaten Rembang. 
 
Melansir dari Radar Kudus (JawaPos Grup) Selasa (13/2), uang dari para calon wakil rakyat mulai beredar di kalangan masyarakat. Terungkap bahwa uang dari caleg DPRD Kabupaten lebih besar daripada caleg DPR RI.
 
Praktik pembagian uang ini sudah terlihat di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Rembang, Sumber, dan Kaliori. 
 
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pada Senin (12/2) pagi, seorang simpatisan calon legislatif (caleg) datang ke rumahnya dan memberikan amplop berisi uang Rp 100 ribu beserta stiker salah satu calon anggota DPRD kabupaten. 
 
 
Bahkan, warga kecamatan Rembang itu mengakui bahwa beberapa waktu lalu dia didata sebagai calon pemilih caleg yang bersangkutan.
 
”Ya, sebelumnya memang didata dulu. Kalau dikasih uangnya baru Senin (12/2) pagi ini,” katanya.
 
Tidak hanya itu, dia juga mengakui bahwa ada simpatisan dari caleg lain yang sudah mulai membagikan uang sekitar seminggu yang lalu.
 
Namun, simpatisan calon wakil rakyat itu menargetkan desa yang berbeda. 
 
Meskipun begitu, nominalnya tetap sama, yaitu Rp100 ribu per Daftar Pemilih Tetap (DPT).
 
”Kalau satu rumah ada lima orang ya dapat Rp500 ribu," katanya.
 
Fenomena serupa juga sudah terlihat di Kecamatan Sumber.
 
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Radar Kudus (JawaPos Grup), pembagian amplop dilakukan oleh sejumlah simpatisan caleg. 
 
 
Namun, nominal isi amplop bervariasi. Untuk caleg DPR RI, ada yang membagi Rp25 ribu, sementara ada yang lebih. 
 
Sedangkan, untuk caleg DPRD Kabupaten, rata-rata menyebarkan uang sebesar Rp100 ribu untuk satu orang.
 
”Sudah ada tiga caleg,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu.
 
Berdasarkan perhitungan, sudah ada 15 caleg yang membagikan uang di daerah pemilihan (Dapil) Sumber-Kaliori.
 
”Hampir semua calon. Variasi, ada yang Rp100 ribu, ada Rp150 ribu. Ini yang mau menerima amplop ya lumayan. Kalau saya pendukung (salah satu caleg). Kalau pendukung lain saya yakin 99 persen mau menerima. Bahkan mau pindah pilihan karena yang didapat lebih banyak nilainya,” katanya.
 
 
Dikonfirmasi mengenai fenomena ini, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rembang, Totok Suparyanto, mengakui bahwa belum menerima informasi resmi terkait fenomena tersebut. 
 
Dia menyatakan bahwa masalah ini akan diserahkan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai tupoksinya.
 
”Kami tidak akan masuk pada wilayah isu. Tetapi bukan berarti kami cuek. Pengawas kami tekankan tetap waspada. Kalau ada tetap kami proses,” katanya.
 
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tangkap tangan. 
 
Namun, jika ditemukan praktik tersebut, tindakan akan dihentikan dan barang bukti akan diamankan.
 
Sementara itu, untuk mencegah hal tersebut, pihaknya akan melakukan patroli bersama tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) guna mencegah potensi pelanggaran, termasuk praktik politik uang.
 
”Kalau sampai Senin (12/2) ini laporan secara resmi tidak ada. Tapi masyarakat selama ini tidak mau melapor. Sejauh ini belum ada temuan politik uang,” katanya.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore