Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (kiri), Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (tengah) dan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menghadiri Debat Kelim
JawaPos.com – Debat kelima pilpres yang diselenggarakan pada Minggu 4 Februari 2024 di JCC Senayan, Jakarta menjadi pertemuan terakhir bagi para capres dalam kegiatan debat.
Kegiatan debat ini menjadi panggung bagi capres untuk menampilkan kepiawaian dan wawasan mereka seputar isu kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Dilansir dari ANTARA pada Senin (5/2), selama debat kelima berlangsung, terdapat jawaban-jawaban yang menarik dari masing-masing capres. Simak kompilasinya dalam penjelasan berikut.
Dalam pertanyaan yang disampaikan mengenai strategi para paslon untuk memprioritaskan anggaran dan program promotif, preventif, capres nomor urut 1 yakni Anies Baswedan menyatakan bahwa pusat kesehatan terlalu fokus pada hal yang bersifat kuratif, sehingga perlunya promotif, preventif dan kuratif yang seimbang.
“Pusat kesehatan masyarakat kita saat ini diarahkan terlalu fokus pada hal-hal yang sifatnya kuratif. Dan salah satu masalah utama adalah banyak yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat, karena itu kami melihat yang disebut sebagai promotif, preventif, kuratif ini harus seimbang,” ujar Anies.
Sedangkan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menyatakan bahwa masalah utama di dunia kesehatan yakni kurangnya dokter di Indonesia, dan yang paling preventif yakni terkait makanan bergizi untuk anak-anak dan ibu melahirkan.
“Masalah kesehatan di Indonesia adalah kurangnya dokter, kita kurang 140.000 dokter, itu utama. Dan yang paling penting dalam preventif adalah makan bergizi untuk anak-anak dan ibu-ibu yang melahirkan,” pungkas Prabowo.
Sedangkan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa preventif dan promotif harus diwujudkan dalam bentuk pengetahuan individu terhadap kesehatan.
“Preventif dan promotif mesti diwujudkan dalam bentuk kepengetahuan kita terhadap kesehatan, minimal untuk kita sendiri, berolahraga, makan sehat, hidup bersih sehat. Saya kira itu yang paling baik,” tegas Ganjar.
Lalu dalam pertanyaan selanjutnya terkait komitmen dan program yang akan dilakukan masing-masing paslon dalam meningkatkan kesejahteraan serta kompetensi guru dan dosen, capres nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan bahwa pengeluaran di bidang pendidikan harus dianggap sebagai investasi, bukan sebagai beban.
“Pengeluaran di bidang pendidikan jangan dipandang sebagai cost, tapi pandanglah sebagai investasi. Karena itu, negara jangan pelit kalau bicara tentang investasi di bidang pendidikan, dan jangan pelit kalau sama guru dan dosen.” ujar Anies.
Sedangkan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menyatakan bahwa perlunya mengaudit dan mengkaji terkait alokasi dana agar dana yang dialokasikan bisa sampai sesuai dengan target yang disasarkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
