Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 23.25 WIB

TPM Ganjar-Mahfud Yakin Program Satu Desa Satu Faskes Mampu Cegah Stunting

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024. - Image

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024.

 
JawaPos.com - Direktur Perempuan dan Disabilitas Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud meyakini, program satu desa satu faskes mampu mencegah terjadinya stunting. Direktur TPM Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Arifin Kusuma Wardani menegaskan program tersebut dilakukan guna mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
 
"Agenda kali ini bukan hanya mengenalkan capres dan cawapres, namun juga program-program yang merealisasikan indonesia emas di tahun 2045. Diharapkan, gerakan ini bermanfaat untuk masyarakat terutama generasi penerus bangsa,” kata Dani dalam keterangannya, Rabu (31/1).
 
Karena itu, pihaknya mengadakan kegiatan penyuluhan pangan sehat untuk mencegah stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, bersama Ikatan Pemuda Desa (IPDA) Indonesia dan didampingi oleh wakil deputi TPM Khaleed H Pranowo.
 
 
“Salah satu alasan TPM Ganjar-Mahfud mengadakan kegiatan di wilayah jauh dari kota adalah untuk memberikan manfaat serta memetakan wilayah di luar perkotaan,” ucap Dani.
 
Ia menjelaskan, Indonesia pada 2022 tercatat sebagai negara keempat penyumbang balita stunting terbesar setelah India, Nigeria, dan Pakistan.
Dampaknya terlihat pada kualitas kognitif data OECD. Remaja Indonesia menempati urutan ke 71 dari 77 negara untuk skor sains, matematika dan membaca. 
 
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Direktur Perempuan dan Disabilitas Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud, Dr. Puspita menuturkan berdasarkan Data JME UNICEF, world bank 2020, prevalensi stunting Indonesia berada di posisi 115 dari 151 negara.
 
"Ada artikel yang menyatakan bahwa hanya 53 persen anak Indonesia yang mampu mencapai potensi maksimalnya di usia produktif. Artinya ini adalah PR kita bersama untuk menghadapi bonus demografi dan menuju Indonesia emas," ujar Puspita.
 
“Kita memiliki target penurunan stunting hingga 14 persen di 2024 sehingga stunting menjadi perhatian besar bagi Ganjar Mahfud. TPM mengambil sikap untuk terjun langsung ke akar rumput dengan harapan edukasi stunting tersampaikan dengan efektif sampai ke tingkat keluarga," lanjutnya.
 
Dirinya menjelaskan, disamping gizi seimbang, stimulasi berperan penting dalam perkembangan fisik dan otak pada anak.
 
Oleh karena itu, Direktorat Perempuan dan Disabilitas membuat gerakan GAMA CERDAS (Gerakan Anak masa depan Cerah Bebas Dari Stunting) dengan kegiatan berupa edukasi pangan sehat kepada masyarakat, diskusi dengan kader Posyandu, dan memberikan buku panduan stimulasi anak.
 
“Ganjar-Mahfud memiliki banyak program unggulan yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan. Antara lain 1 desa 1 faskes 1 nakes, uang saku kader Posyandu, dan 1 keluarga miskin 1 sarjana. Kami berharap anak-anak di seluruh pelosok Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak tertinggal dari anak-anak di kota besar," pungkasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore