Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 01.13 WIB

120 Ribu Kosakata Baru Masuk KBBI Tahun 2023, Tahun Ini Ditargetkan 200 Ribu, Balai Bahasa Jatim Sampaikan Ini

Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jombang pada Senin (29/1). - Image

Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jombang pada Senin (29/1).

JawaPos.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menyebutkan pada tahun 2023, bahasa Indonesia mempunyai 120.000 kosakata baru.

Jumlah kosakata ini, ditarget semakin banyak pada tahun 2024 yakni sebanyak 200.000 kosakata.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Dr. Umi Kulsum ketika menghadiri Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) di Universitas PGRI Jombang pada hari Senin (29/1).

Ia menyebutkan target pada bulan April tahun 2024 ini bahasa Indonesia sudah mempunyai kosakata sebanyak 200.000.

“Saat ini jumlah kosakata bahasa Indonesia meningkat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada sekitar 120.000 kosakata yang sudah resmi dan mempunyai arti di KBBI,” ujarnya dilansir dari Radar Jombang. 

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi termasuk itu Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur selalu melakukan inventarisasi kosakata dari bahasa daerah yang berpotensi dimasukkan sebagai upaya memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan berbagai upaya untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional.

“Pada 20 November kemarin bahasa Indonesia bisa sudah menjadi bahasa pengantar sidang umum di Unesco,” kata dia.

Menurutnya upaya memperkaya kosakata itu salah satunya dengan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyumbangkan bahasa daerah. 

elain bahasa daerah juga bisa bahasa kekinian, dan bahasa percakapan sehari-hari untuk diserap dalam bahasa Indonesia.

Ia menambahkan bahasa kekinian yang seringkali diucapkan generasi milenial dalam berkomunikasi sehari-hari sangat berpotensi untuk dapat diserap ke dalam bahasa Indonesia.

“Kata-kata seperti lebai, halu, cie-cie, itu sudah termasuk bahasa Indonesia, meskipun nanti diidentifikasi sebagai bukan bahasa baku,” ucapnya.

Saat ini juga bahasa Indonesia mempunyai indikator ukur sendiri seperti uji TOEFL jika di bahasa Inggris.

Indikator tersebut bernama Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) sebagai indikator kemampuan bahasa Indonesia seseorang.

“Pada hari ini kita mengadakan UKBI adaptif merdeka yang diikuti peserta dari kepala sekolah, dari jenjang SMA atau SMK dan SMP atau MTs. Hal ini untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang yang desain ujinya disesuaikan dengan estimasi kemampuan dari para peserta,” pungkasnya. ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore