
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (5/8). (Ridwan)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah memeriksa tiga pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan pelanggaran HAM dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Para pegawai KPK yang telah diperiksa itu merupakan mereka yang memenuhi syarat atau telah dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kami mendalami informasi, keterangan terkait pelaksanaan, khususnya dalam konteks peserta yang memenuhi syarat dan mendalami instrument hukum secara internal," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada JawaPos.com, Rabu (24/6).
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, para pegawai KPK itu datang secara sukarela memberikan data tambahan kepada Komnas HAM.
"Ya mereka datang secara sukarela memberikan keterangan," ucap Damanik.
Komnas HAM dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran HAM telah memeriksa sejumlah pihak antara lain Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Kepala Badan Kepegawain Negara (BKN) Bima Haria Wibisana hingga sejumlah mantan Pimpinan KPK.
Teranyar, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjalani pemeriksaan pada Selasa (22/6) kemarin. Usai menjalani pemeriksaan, Bima menegaskan asesmen TWK tidak dimunculkan oleh satu pihak.
"TWK ini tidak dimunculkan oleh satu orang, ini merupakan diskusi dari rapat tim untuk buat Perkom, kenapa ada nama wawasan kebangsaan? karena mengacu pada Undang-Undang, dan kemudian BKN dapat mandat untuk melaksanakan TWK," ucap Bima.
Bima menyampaikan, pihaknya memang mempunyai asesmen TWK tetapi tidak sesuai dengan KPK. Karena itu, pelaksanaan TWK kepada para pegawai KPK memang berbeda dari tes CPNS.
Baca juga: Pegawai KPK Desak Firli Cs Segera Buka Dokumen Hasil TWK
"Karena di KPK sudah senior, yang kami miliki adalah tes untuk CPNS, bagi kami tes ini tidak pas untuk pejabat yang sudah menjabat, ini ada prosesnya sudah saya jelaskan secara detil tadi kenapa sampai pakai instrumen dinas psikologi AD," ungkap Bima.
"Kami gunakan karena ini satu-satunya alat instrmen yang valid tersedia, kami gunakan the best level of instrumen yang ada," imbuhnya menandaskan.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
