
ILUSTRASI. Anak bermain dengan latar belakang gedung bertingkat di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB) di Petamburan, Jakarta, Senin (7/8/2023).
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpendapat secara pribadi bahwa jabatan gubernur Jakarta sebaiknya dipilih langsung oleh rakyat. "Kalau saya, kalau tanya saya, gubernur dipilih langsung (rakyat)," kata Jokowi, dikutip dari Antara, Rabu (13/12).
Jokowi mengatakan hal itu untuk menanggapi polemik Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) soal penunjukan jabatan gubernur oleh presiden. Pada Pasal 10 Ayat (2) draf RUU DKJ disebutkan bahwa gubernur dan wakil gubernur ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan oleh Presiden dengan memperhatikan usul atau pendapat DPRD.
Jokowi mengingatkan bahwa ketentuan itu masih dalam bentuk RUU dan merupakan inisiatif DPR. Dia menyebut draf RUU DKJ itu belum sampai ke mejanya.
"Ya, itu kan masih dalam bentuk RUU, rancangan undang-undang, dan itu inisiatif DPR. Belum sampai juga ke wilayah pemerintah. Belum sampai ke meja saya juga. Sehingga, biarkan itu berproses," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Dikutip dari Instagram Indonesian Parliamentary Center (IPC) @ipc_pusatparlemen, terdapat pasal kontroversial dalam RUU DKJ, yakni Pasal 10 Ayat (2) tersebut. Adapun mengenai masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur dibahas dalam Pasal 10 Ayat (3).
Bunyinya, Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat ditunjuk dan diangkat kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.
RUU DKJ merupakan amanat UU Nomor 21 Tahun 2023 yang membahas tentang Ibu Kota Negara (IKN). Jakarta menjadi daerah otonom di tingkat provinsi, dan berfungsi sebagai pusat perekonomian nasional, kota global, dan kawasan aglomerasi.
Menjadi pusat perekonomian nasional, berarti Jakarta akan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan bisnis berskala global. Menjadi kota global artinya Jakarta menjadi kota yang menyelenggarakan kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, kesehatan. Sekaligus menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga nasional, regional, maupun internasional, serta menjadi pusat produksi produk strategis internasional
Jakarta dicanangkan sebagai kota pusat perdagangan, pusat kegiatan layanan jasa dan layanan jasa keuangan, serta kegiatan bisnis nasional, regional, dan global. Maksudnya, adalah menjadi kawasan perkotaan dalam konteks perencanaan wilayah yang menyatukan pengelolaan beberapa daerah kota dan kabupaten dengan kota induknya.
Jakarta dapat menginterpretasikan tata kelola pemerintahan, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan di bidang strategis lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nasional.
Dalam RUU DKJ terdapat 12 Bab dan 72 Pasal. Sebanyak lima muatan telah disepakati secara musyawarah mufakat pada Rapat Baleg DPR RI, Senin (4/12). Saat ini, RUU DKJ telah disetujui sebagai inisiatif DPR untuk kemudian dibahas bersama dengan pemerintah dalam Tahap Pembicaraan Tingkat I.
"Pada tahap ini seharusnya DPR dan pemerintah dapat membuka partisipasi bermakna yang seluas-luasnya agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi terkait RUU DKJ, termasuk bagaimana pentingnya legitimasi pemimpin Daerah Khusus Jakarta yang hanya akan ditunjuk oleh Presiden," ujar Koordinator Divisi Reformasi Parlemen, Choris Satun Nikmah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
