Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 00.23 WIB

Ekonomi Palestina Hancur Akibat Konflik Israel – Hamas, Bank Dunia Siapkan Langkah ini

Bank Dunia bakal siapkan rencana pinjaman guna memperbaiki kondisi perekonomian Palestina yang hancur akibat konflik Israel - Hamas./Reuters - Image

Bank Dunia bakal siapkan rencana pinjaman guna memperbaiki kondisi perekonomian Palestina yang hancur akibat konflik Israel - Hamas./Reuters

Jawapos.com – Konflik antara Israel dan Hamas sejak (7/10) silam telah memberikan dampak kehancuran bagi perekonomian Palestina.

Dilansir dari Arab News, Rabu (13/12), dalam analisis baru yang diterbitkan pada hari Selasa (12/12), Bank Dunia memperkirakan konflik tersebut sangat berdampak pada perekonomian Palestina.

Hal ini didasarkan pada pertengahan November bahwa sekitar 60 persen infrastruktur informasi dan komunikasi serta fasilitas kesehatan dan pendidikan telah rusak atau hancur.

Hal ini juga diperparah bahwa 70 persen infrastruktur yang berhubungan dengan perdagangan telah lumpuh atau hancur.

Hampir separuh jalan primer, sekunder, dan tersier juga rusak atau hancur, dan lebih dari setengah juta orang hidup tanpa rumah akibat konflik.

Sementara itu menurut Biro Pusat Statistik Palestina, kontribusi Gaza terhadap perekonomian Palestina secara keseluruhan, termasuk Tepi Barat, telah menyusut dari sekitar 36 persen pada tahun 2005 menjadi hanya 17 persen pada tahun lalu.

Konflik tersebut juga telah mendorong tingkat pengangguran di Gaza hingga sekitar 85 persen.

Keputusan Israel untuk menutup pintu bagi pekerja Palestina dari Tepi Barat juga  telah menyebabkan hampir 200.000 orang kehilangan pekerjaan.

Meskipun kontribusi Gaza terbilang kecil, Bank Dunia kini memperkirakan perekonomian Palestina secara keseluruhan akan mengalami kontraksi sebesar 3,7 persen tahun ini.  

Kondisi perekonomian akan turun tajam dari perkiraan sebelum perang yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,2 persen. Jika perang berlarut-larut, dampak ekonominya bisa semakin memburuk.

Tahun depan, situasinya diperkirakan akan lebih buruk lagi .Jika sebelumnya Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,0 persen pada tahun 2024, kini mereka  memperkirakan akan terjadi kontraksi secara keseluruhan sebesar 6,0 persen.

“Setelah pecahnya perang, harga-harga di Gaza melonjak rata-rata sebesar 12 persen pada bulan Oktober, “permintaan terpendam terhadap produk-produk yang semakin sulit ditemukan di pasar lokal,” kata Bank Dunia.

Menanggapi konflik tersebut, Bank Dunia pada hari Selasa (12/12) akan  meluncurkan dukungan keuangan untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terkena dampak di Gaza.

Pemberi pinjaman pembangunan mengumumkan tambahan dana sebesar $20 juta untuk perawatan medis, kebutuhan kemanusiaan, dan pembiayaan untuk voucher makanan dan parsel di wilayah Palestina yang terkepung. Jumlah ini melebihi $15 juta yang telah dikirimkan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore