
Rekaman CCTV yang menyorot aktivitas Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya yang ditemukan tewas di Sidoarjo.
JawaPos.com - Setelah satu bulan lebih kasus tewasnya mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bernama lengkap Bernadette Caroline Angelica Harianto (21) bergulir, tim bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim memutuskan bahwa kematian tersebut disebabkan karena keracunan gas freon.
Dilansir dari Radar Surabaya pada Selasa (12/12), Tim Labfor Polda Jatim telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti yang terkait dengan kasus tewasnya mahasiswi FKH Unair Surabaya, Caroline Angelica dan menyebut hasilnya sudah final.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Jatim, tewasnya mahasiswi FKH Unair tersebut disebabkan oleh gas difluoromethane atau biasa disebut gas freon yang dihirupnya di dalam sebuah mobil Honda Jazz nopol AG 1484 BY.
Kepala Bidang (Kabid) Tim Labfor Polda Jatim, Kombes Pol Sodiq Pratomo menjelaskan bahwa terdapat sejumlah barang bukti yang diperiksa, antara lain selembar kertas yang terdapat tulisan tangan berisi wasiat yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian barang yang menempel di tubuh Caroline Angelica, serta sebuah handphone milik mahasiswi FKH Unair tersebut.
Dalam proses pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa tulisan tangan dalam surat yang ditemukan di TKP berisi wasiat adalah identik dengan tulisan tangan yang terdapat dalam buku-buku milik Caroline Angelica yang telah dikumpulkan oleh Tim Labfor Polda Jatim sebagai pembanding.
"Jadi tulisan betul, tulisan yang bersangkutan (Caroline Angelica). Kedua DNA kita sedang mengembangkan DNA touch, dari barang bukti yang ada mulai plastik, lakban, dan lainnya termasuk selang. Kita hanya ketemu satu profil DNA yaitu DNA yang bersangkutan dengan kata lain tidak ditemukan DNA lain," jelasnya, Selasa (12/12).
Selain itu, Sodiq juga menyatakan bahwa korban diasumsikan melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Menurut hasil pemeriksaan, mahasiswi FKH Unair Surabaya tersebut dinilai memasang semua peralatan dengan seorang diri.
Lebih lanjut, Kabid Tim Labfor Polda Jatim tersebut juga mengungkapkan bahwa tabung yang selama ini diduga berisi gas helium, ternyata salah. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya menunjukkan bahwa tabung yang ditemukan di TKP tersebut berisi gas difluoromethane atau biasa disebut gas freon.
"Isinya gas difluoromethane atau sering disebut gas freon untuk pendingin. (Yang membuat mahasiswi FKH Unair tersebut meninggal dunia) iya gas freon, kalau dia kohesitas tinggi sangat berbahaya apalagi suhunya panas. Kalau dia suhu dingin memang tidak terlalu berbahaya dan dia harus tinggi konsentrasinya," jelasnya.
Terkait pemeriksaan handphone milik mendiang Caroline Angelica, Sodiq dan timnya menemukan adanya riwayat pencarian di internet tentang cara melakukan bunuh diri dengan memakai gas.
"Di HP nya (Caroline Angelica) ditemukan riwayat searching tata cara untuk bunuh diri menggunakan gas, termasuk dia ditemukan transaksi pembelian barang-barang tersebut," terang Sodiq.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, mahasiswi FKH Unair Surabaya bernama Caroline Angelica yang berusia 21 tahun, ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil Honda Jazz dengan nopol AG 1484 BY yang terparkir di area Apartemen Royal Business Park Desa Tambak Oso, Waru, Sidoarjo pada Minggu (5/11) pagi.
Di TKP, ditemukan adanya tabung gas helium beserta selangnya yang diarahkan ke kantong plastik yang membungkus kepala korban dan dilakban di lehernya.
Selain itu, ditemukan juga sebuah kertas yang berisi wasiat dan sebuah handphone milik mahasiswi FKH Unair Surabaya tersebut.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
