Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 02.26 WIB

Singgung Kasus Haris Azhar hingga Butet, Usman Hamid: Kekuasaan Sedang Resah

Aktivis HAM sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid. (IST) - Image

Aktivis HAM sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid. (IST)

 
JawaPos.com - Aktivis HAM sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengungkapkan, Panggung Rakyat bertema Bongkar menunjukan kegelisahan sekaligus juga kesetiaan pada nilai-nilai luhur Republik Indonesia. Dia turut menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.
 
Hal tersebut disampaikan Usman dalam orasinya di acara Panggung Rakyat yang digelar oleh Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (9/12). Acara ini juga sebagai peringatan Hari Anti Korupsi dan HAM Sedunia yang jatuh pada hari ini.
 
"Kita di sini berkumpul karena demokrasi kita mengalami regresi, mengalami represi. Kebebasan berekspresi direpresi," kata Usman.
 
 
Menurut dia, saat ini pengawasan rakyat melalui lembaga-legislatif dilemahkan. Bahkan pengawasan kekuasaan melalui badan peradilan juga dikebiri. 
 
Ia lantas membeberkan kasus-kasus rakyat yang terjadi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). 
 
"Kasus Haris Azhar, Budi Pego di Jawa timur, Bang Long di Rempang, Mama Yosepha di Papua, dan terakhir adalah kasus Butet Kartaredjasa memperlihatkan bahwa kekuasaan sedang resah karena rakyatnya mulai bicara," ungkapnya. 
 
Presiden Jokowi, kata Usman, dengan kekuasaan eksekutifnya terus ingin berkuasa memperpanjang kekuasaannya. Hal itu pun dikritisinya karena mengancam demokrasi. 
 
"Dengan melemahkan kebebasan berekpresi, melemahkan kontrol rakyat dan dengan mengkebiri badan badan peradilan seperti Mahkamah Konstitusi," ujarnya. 
 
Bahkan, kata Usman, Jokowi lewat mantan Ketua MK Anwar Usman yang merupakan adik iparnya, meloloskan kepentingan anaknya Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres. Usman lantas meminta ribuan pengunjung yang memadati Stadion Madya GBK untuk meneriakkan dengan lantang lawan dinasti.
 
"Kalau saya bilang selamatkan demokrasi, tolong teriak lawan dinasti," ucap Usman. 
 
"Selamatkan demokrasi," teriak Usman.
 
"Lawan dinasti," teriak ribuan pengunjung Panggung Rakyat.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore