Perangkat ajar kesehatan resmi masuk ke dalam Kurikulum Merdeka. (Antara/Makna Zaezar)
JawaPos.com – Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi menyebut perangkat ajar kesehatan telah resmi masuk ke dalam kurikulum Merdeka.
Perangkat ajar kesehatan itu terdiri atas 22 topik perilaku sehat untuk dilakukan oleh anak usia sekolah dan dapat diterapkan kepada anggota keluarga.
Melansir dari Antara, Selasa (5/12) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Endang berharap melalui 22 topik tersebut akan ada kompetensi yang dimiliki peserta didik tentang kesehatan tersebut di setiap fase dan jenjang pendidikan.
Dia mengungkapkan bahwa seluruh topik itu berfokus pada perilaku terkait gizi, sanitasi, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, imunisasi, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, kepatuhan pengobatan, hingga kesiapsiagaan bencana.
Terkait pengembangan perangkat ajar kesehatan tersebut, Endang mengungkap telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), praktisi kesehatan dan pendidikan, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) sejak akhir tahun 2022.
Sementara itu, saat ini sudah ada 19 perangkat ajar kesehatan yang telah diunggah di platform Merdeka Mengajar, 27 perangkat ajar kesehatan dalam proses kurasi, 11 perangkat ajar kesehatan siap diusulkan untuk kurasi, dan 94 perangkat dalam proses pengembangan dan finalisasi.
"Sudah ada perangkat ajar kesehatan yang paling banyak diunduh oleh guru per November 2023. Yang pertama 'komik hore' adalah edukasi untuk penyakit TBC (tuberkulosis) dan ini paling banyak diunduh untuk SD kelas satu dan dua," ujarnya pada Selasa (5/12).
Endang lalu melanjutkan, bahwa perangkat ajar paling banyak diunduh kedua adalah ‘Faktor Obesitas pada Anak’ dan paling banyak diunduh ketiga adalah ‘Komik Makan Gizi Seimbang’, Kedua platform tersebut untuk SD kelas lima dan enam.
Disisi lain, perangkat itu telah diuji coba pada peserta didik serta uji coba pedoman integrasi perangkat ajar kesehatan dalam Kurikulum Merdeka kepada guru dan tenaga kependidikan serta petugas puskesmas di tujuh provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti menilai potensi gerakan hidup sehat merupakan hal yang luar biasa dengan didukung oleh 60 juta siswa dan tiga juta guru yang ada di seluruh Indonesia.
Ia mengungkap bahwa dengan platform Indonesia Mengajar tersebut, para siswa dan guru-guru bisa saling belajar untuk kemudian bisa disebarkan ke seluruh Indonesia.
Kemendikbudristek juga siap melakukan diseminasi untuk memastikan perangkat ajar kesehatan bisa dikuasai oleh semua guru, dan anak-anak kita bisa sehat untuk menuju Indonesia Emas 2045.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
