Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 17.10 WIB

Hadiri KTT G77 dan RRT, Jokowi Minta COP28 Penuhi Kebutuhan Pendanaan Negara Berkembang Atasi Dampak Iklim

Presiden Jokowi menghadiri KTT G77 dan RRT dalam rangkaian WCAS COP28 di Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai. (Instagram/@jokowi) - Image

Presiden Jokowi menghadiri KTT G77 dan RRT dalam rangkaian WCAS COP28 di Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai. (Instagram/@jokowi)

JawaPos.com- Presiden Jokowi, menjadi perwakilan negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G77 dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dilansir dari presidenri.go.id pada Minggu (3/12), kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian World Climate Action Summit (WCAS) COP28 di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA).

Dalam pidatonya pada Sabtu (2/12), Presiden menekankan pentingnya COP28 sebagai wadah untuk memperkuat implementasi dan aksi nyata dalam penanganan perubahan iklim.

"COP28 harus menjadi ajang untuk perkuat implementasi, bukan ajang untuk pertunjukan ambisi.”

“Prinsip Paris Agreement harus jadi pedoman bahwa tanggung jawab harus dibagi sesuai kemampuan nasional," tegas Presiden Jokowi di Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai.

Presiden secara tegas menyatakan dukungan Indonesia terhadap G77 dan RRT, mengajak semua pihak untuk beraksi bersama, dan menyampaikan tiga poin kunci yang perlu dilakukan.

Pertama, Jokowi mengundang seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dengan menghidupkan semangat Bandung.

“Indonesia, melalui kerangka kerja sama Selatan-Selatan, telah memberikan pelatihan penanganan iklim untuk berbagai kawasan di dunia,” ucap Presiden.

“Seperti Afrika, Asia Selatan, Amerika Latin, Karibia, dan Pasifik,” lanjutnya.

Poin kedua yang disampaikan adalah menjadikan negara berkembang sebagai bagian dari solusi.

Kepemimpinan Indonesia dalam berbagai konferensi internasional telah menghasilkan berbagai aksi dan pandangan konkret menghadapi perubahan iklim global.

“Keketuaan Indonesia di ASEAN telah wujudkan taksonomi ASEAN. Presidensi G20 Indonesia membentuk skema pembiayaan campuran dan platform negara.”

“Bursa karbon Indonesia juga sudah beroperasi sejak September lalu,” sambung Presiden.

Presiden merinci langkah-langkah tersebut, termasuk taksonomi ASEAN, skema pembiayaan campuran, dan operasionalnya Bursa Karbon Indonesia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore