
SILATURAHMI: Ganjar Pranowo berkunjung ke kediaman KH Ahmad Bustofa Bisri (Gus Mus) di Rembang, Jawa Tengah, pada Senin (13/11).
JawaPos.com - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah, pada Senin (13/11). Keduanya melakukan pertemuan secara tertutup selama satu jam.
Ganjar yang mengenakan kemeja putih tiba sekitar pukul 12.05 WIB, kemudian masuk ke kediaman Gus Mus untuk langsung berbicara empat mata. Lalu, 60 menit kemudian, mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu tampak berpamitan dan keluar dari kediaman.
”Silaturahmi saja. Ceritanya kalau sama Abah (Gus Mus) itu cerita yang lucu-lucu. Cerita yang membahas situasi-situasi yang kekinian dan enteng-enteng saja,” ujar Ganjar di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Ganjar mengakui bahwa silaturahmi tersebut sebetulnya sudah direncanakan cukup lama, yakni sebelum purnatugas sebagai gubernur Jawa Tengah lalu.
”Sebenarnya saya sudah janji mau sowan ke beliau sebelum selesai masa jabatan mau pamit. Tapi, karena waktunya tidak cukup, dulu beliau umrah, baru kemudian jadwalnya hari ini saya sowan. Alhamdulillah bisa bertemu,” paparnya.
Lantas apakah ada pesan khusus yang disampaikan Gus Mus kepadanya? Ganjar mengaku hanya berdiskusi dan didoakan saja oleh kiai yang juga sastrawan tersebut. ”Hanya diskusi saja. Saya didoakan. Ya doa yang baik-baik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ganjar juga menanggapi santai viral puisi KH Mustofa Bisri yang menyinggung politik dinasti. Gus Mus membacakan puisinya di Taman Budaya Surakarta pada 30 Oktober 2023.
Dalam puisi itu Gus Mus mengatakan, ada sirup rasa jeruk dan durian. Ada keripik rasa keju dan ikan. Ada republik rasa kerajaan. Menurut Ganjar, setiap orang berhak menafsirkan yang berbeda-beda atas puisi tersebut.
”Tidak perlu dibahas karena sebenarnya setiap puisi Gus Mus ya menceritakan situasi dan kondisi pada saat itu. Apakah kemudian itu sesuai dengan yang sekarang, orang boleh-boleh saja menafsirkan,” tambahnya.
Ganjar pun menceritakan pengalamannya membacakan puisi karya Gus Mus. Saat itu banyak tanggapan negatif terhadap isi puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana itu. ”Saya masih ingat dulu waktu saya baca puisinya beliau, saya juga dimarahi (netizen). Padahal, puisinya bagus banget,” paparnya.
Namun, Ganjar mengamini bahwa puisi Gus Mus punya kekuatan untuk meluruskan kondisi yang bengkok dan memperbaiki yang rusak. ”Setidaknya dengan puisi, dengan kalimat, dengan kata-kata yang halus, mudah-mudahan perasaan orang akan tersentuh untuk selalu iling lan waspada (ingat dan selalu mawas diri),” tuturnya.
Mudah-mudahan Bisa Memimpin Negara Ini
MERAKYAT: Sunarti, penjual getuk keliling, sangat gembira bisa bertemu Ganjar Pranowo.
Kedatangan Ganjar Pranowo ke Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, membawa kebahagiaan bagi warga sekitar. Sunarti, penjual getuk keliling yang menjajakan dagangannya di sekitar pesantren, sontak histeris saat melihat Ganjar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
