Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 20.56 WIB

Tantangan Megawati ke PII: Lahirkan Insinyur Pelopor

Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Setiawati Soekarnoputri menerima penghargaan tertinggi dari federasi untuk organisasi profesi keinsinyuran se-Asean (AFEO). (Istimewa) - Image

Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Setiawati Soekarnoputri menerima penghargaan tertinggi dari federasi untuk organisasi profesi keinsinyuran se-Asean (AFEO). (Istimewa)

 
JawaPos.com - Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri memotivasi agar Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) berjuang melahirkan para insinyur pelopor. Insinyur yang memikirkan dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masa depan, namun juga membumi sesuai kebutuhan rakyat.
 
“Di sinilah saya meminta, agar PII dapat melahirkan para insinyur pelopor; para insinyur yang tidak hanya berpikiran ke depan, namun membumi pada apa yang dibutuhkan rakyat,” kata Megawati di Bali, Rabu (22/11).
 
Megawati mengaku, dirinya ingin membangunkan semangat juang para insinyur Indonesia. Dengan begitu mereka menjadi kekuatan transformasi rakyat Indonesia melalui penguasaan ilmu-ilmu Teknik. 
 
 
Ia menyampaikan, kisah pembangunan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta, yang dilakukan dengan teknik gelang, yang tergolong teknik baru pada saat itu. Waktu itu para insinyur muda Indonesia yang bekerja, meminta bertemu Presiden Soekarno, sebab mereka tak mengerti ilmu baru itu. 
 
“Bung Karno menjawab, kamu tak boleh mundur. Saya insinyur yang mampu membuat negara Indonesia. Kami baru saja melihat teknik gelang, sudah mau mundur. Menurut saya itu motivasi luar biasa,” kata Megawati.
 
Peran insinyur sangat penting agar Indonesia Maju. Apalagi tanah air Indonesia sangatlah kaya raya. Dengan begitu beragamnya mineral, dan sumber energi kelistrikan, flora dan fauna, dan keragaman kekayaan hayati Indonesia bahkan terbesar di dunia. 
 
Namun apa yang kurang saat ini adalah daya pikir dan daya juang untuk berdiri di atas kaki sendiri. “Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa, toh kita sama-sama yang disebut human-being,” imbuhnya. 
 
Dengan semangat itu pula, Megawati mengaku berjuang mendorong lahirnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Badan ini sangat penting guna mempercepat penguasaan iptek, melalui riset dan inovasi. 
 
“Riset dan inovasi adalah jalan untuk ber-Gerak Cepat bagi Indonesia Unggul melalui cara berdikari. Guna mewujudkan tekad ini,” jelasnya.
 
Dalam berbagai kegiatan penelitian tersebut, dilakukan riset, pembuatan model, dan scaling-up, hingga rancang bangun sistem produksi. Itulah mata rantai penemuan yang seharusnya memiliki daya guna bagi rakyat, dan membangun kemajuan bangsa. 
 
“Keseluruhan proses tersebut sangat erat dengan kemampuan engineering. Disinilah saya meminta, agar PII dapat melahirkan para insinyur pelopor; para insinyur yang tidak hanya berpikiran ke depan, namun membumi pada apa yang dibutuhkan rakyat,” tegas Megawati.
 
Karena itu, Megawati menyatakan para insinyur Indonesia harus berani mengambil inisiatif, dan bertekad untuk menguasai ilmu teknik yang paling mutakhir, dan menerapkannya bagi Gerak Cepat Daya Unggul Bangsa. Dirinya sangat memahami, bahwa proses tersebut memerlukan learning cost, bahkan terkandung suatu resiko. 
 
“Namun jika kita tidak mulai dan berani mencoba, kapan lagi kita bisa berdikari? Disini PII saya tantang untuk berani mengambil tanggung jawab itu, agar profesi keinsinyuran benar-benar menorehkan tradisi berprestasi di dalam membangun negeri. Sudah saatnya kita harus berani meletakkan nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri,” pungkas Megawati.
 
Sebelumnya, Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Setiawati Soekarnoputri menerima penghargaan tertinggi dari federasi untuk organisasi profesi keinsinyuran se-Asean (AFEO), yakni AFEO Distinguished Honorary Patron. Ini adalah penghargaan tertinggi dari AFEO untuk Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan yang telah berjasa besar terhadap profesi keinsinyuran. Pada 2019, Presiden ketujuh RI Joko Widodo juga mendapat penghargaan serupa.
 
Penghargaan itu diberikan secara langsung dalam acara pembukaan Conference of the AFEO (CAFEO) Ke-41 di Bali, Rabu (22/11). Megawati hadir didampingi Sekjen PDI Perjuangan yang juga anggota Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Hasto Kristiyanto.
 
Di acara itu, mewakili Presiden Joko Widodo, hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Tampak juga hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Lebih dari 1000 orang insinyur anggota AFEO juga hadir, dipimpin Ketuanya Danis Hidayat Sumadilaga bersama Sekjennya Mohd.Khir Bin Muhammad IEM.
 
Sebagai tanda penghargaan, Megawati dikalungi sebuah medali dan mendapat sertifikat pengakuan. Sesudahnya, Megawati di panggung untuk menyampaikan kata sambutan. Megawati mengatakan, dirinya sungguh merasa terhormat, dan mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore