Forum CSIS Indonesia di Jakarta Tahun 2023 (csis.or.id)
JawaPos.com - Melalui acara yang diadakan oleh lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta selama dua hari minggu ini, terlihat perbedaan yang mencolok dalam pendekatan kebijakan luar negeri antara kedua kandidat presiden Indonesia, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Anies Baswedan menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan nasional dan fokus pada penguatan ekonomi domestik, sementara Ganjar Pranowo menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mengatasi tantangan global, termasuk isu-isu lingkungan dan kemanusiaan.
Perbedaan pendekatan dan pandangan ini mencerminkan diversitas visi dan prioritas dalam memandang peran Indonesia di tatanan internasional, dan mungkin akan menjadi titik sentral dalam perdebatan kebijakan luar negeri dalam perjalanan kampanye mereka.
Walaupun Anies Baswedan mengevaluasi secara kritis beberapa proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, terutama pembangunan ibu kota baru Indonesia, Nusantara.
Ganjar Pranowo memiliki pandangan yang sejalan dengan visi Jokowi, merujuk pada kepemimpinan presiden saat ini.
Indonesia, yang merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, akan mengadakan pemilihan presiden dan legislatif secara bersamaan pada tanggal 14 Februari.
Baca Juga: Hadir di Gatnas Turun Tangan, Anies: Wajib Hukumnya Dukung Orang Baik Masuk Dunia Politik
Pemilihan presiden di Indonesia pada tanggal 14 Februari akan menentukan kepemimpinan untuk lima tahun mendatang dalam negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Banyak pengamat politik dan bisnis menyoroti pertanyaan kunci tentang apakah pemimpin baru akan meneruskan atau mengubah kebijakan yang telah diimplementasikan oleh Joko Widodo.
Dilansir oleh JawaPos.com dari channelnewsasia.com Bhima Yudhistira Executive Director lembaga Think Tank, The Centre for Economic and Law Studies (CELIOS) menyatakan, "Visi dan program kebijakan luar negeri Ganjar tampak sangat mirip dengan visi Jokowi."
Presiden Jokowi sangat berfokus pada sektor maritim, bahkan membentuk kementerian koordinator khusus, sementara Ganjar, menegaskan bahwa menjaga perairan nusantara akan menjadi prioritas utama.
Komitmen Ganjar adalah meningkatkan anggaran pertahanan maritim yang saat ini masih mencapai US$2 miliar per tahun setara Rp 31,3 Triliun.
Ganjar Pranowo menekankan pentingnya meningkatkan kekuatan paspor Indonesia, yang saat ini memungkinkan perjalanan ke 75 tujuan bebas visa, dan ia berambisi untuk meningkatkannya menjadi 120.
Proyek-proyek besar, termasuk pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, hilirisasi sektor pertambangan, dan program transisi energi yang dicanangkan oleh Presiden Widodo, akan tetap berlanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
