Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 21.26 WIB

PBNU Galang Gerakan Global Lawan Zionis

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) didampingi Ketua PBNU Ahmad Suaedy (kanan) dan Wasekjen Najib Azca menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan terbaru konflik Palestina-Israel di Jakarta, Selasa (31/10/2023). - Image

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) didampingi Ketua PBNU Ahmad Suaedy (kanan) dan Wasekjen Najib Azca menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan terbaru konflik Palestina-Israel di Jakarta, Selasa (31/10/2023).

JawaPos.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai seruan lisan untuk menghentikan langkah Israel tidak efektif. Israel justru makin bernafsu melakukan genosida terhadap Palestina. Karena itu, PBNU memandang perlu adanya langkah lebih untuk menghentikan Israel.

”Kita capek cuma ngomong dan buat pernyataan terus selama ini, sudah puluhan tahun. Karena itu, kita harus mencoba sesuatu yang lebih desisif untuk ini,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU kemarin (31/10).

Sosok yang akrab disapa Gus Yahya itu menyatakan, PBNU ingin menggalang kekuatan dari semua agama yang ada di seluruh dunia. Tujuannya, terbentuk satu kekuatan, satu mandat yang lebih kuat atas nama semua agama di seluruh dunia, untuk berperan lebih nyata dalam mengatasi masalah kekerasan Israel terhadap Palestina.

”Untuk itu, nanti pada 27 November, kita akan mengadakan forum Religion of Twenty (R20). Ini nanti kami masukkan (agenda) untuk itu (menggalang kekuatan antar agama-agama di dunia, Red),” ujarnya.

Pada bagian lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kembali menyampaikan kekecewaan atas sikap Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal itu disampaikan Retno lewat pernyataan bersama dengan Menlu Belanda Hanke Bruins Slot seusai pertemuan bilateral di Jakarta kemarin.

Padahal, kata Retno, laporan dari Kantor Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) menyebutkan lebih dari 8 ribu orang terbunuh. Data tersebut diperoleh UNOCHA dari Kementerian Kesehatan di Gaza. Mayoritas korban adalah perempuan. Sebanyak 66 persen korban meninggal merupakan perempuan dan anak-anak.

”Saya tidak habis pikir. Dengan situasi kemanusiaan seperti ini, DK PBB masih berdiam diri hingga saat ini,” ungkapnya. (gih/mia/c6/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore