
Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ahmad Zayadi. (Dok. Kemenag)
JawaPos.com - Kementerian Agama berkomitmen memperkuat pembelajaran Alquran di masyarakat melalui berbagai kebijakan dan program strategis. Hal itu disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ahmad Zayadi, menyusul dirilisnya Survei Nasional Potensi Literasi Al-Quran Masyarakat Indonesia.
Survei ini mengambil sampel sebanyak 10.347 responden, sedangkan skor Indeks Literasi Alquran di tahun 2023 mencapai angka 66,038 yang notabene merupakan kategori tinggi.
Menyikapi hasil survei tersebut, Zayadi mengatakan, Kementerian Agama telah berupaya maksimal untuk memberi layanan keagamaan di masyarakat khususnya dalam bidang pembelajaran Alquran.
“Untuk meningkatkan indeks literasi Alquran, kami terus mengoptimalkan program pembelajaran Alquran melalui peran para aktor bidang layanan keagamaan seperti Penyuluh Agama, Majelis Taklim, Ormas Islam, dai/daiyah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ)," kata Zayadi melalui keterangan tertulisnya.
Zayadi juga mendorong masyarakat Muslim untuk mengikuti majelis pembelajaran Alquran yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing dalam meningkatkan kemampuan Baca dan Tulis Alquran (BTQ).
"Zaman sekarang, materi pembelajaran Al-Quran juga bisa diperoleh dari media sosial, karena sudah terbukti signifikan berdampak terhadap peningkatan kompetensi BTQ," jelasnya.
Zayadi menilai, salah satu kunci membaca Alquran dengan lancar adalah mempelajari kaidah-kaidah tajwid dasar yang berfungsi untuk menghindari kesalahan ketika membaca kitab suci tersebut.
“Selain itu, penting juga meningkatkan kuantitas dan kualitas pengajar, ketersediaan majelis pembelajaran Alquran, peningkatan frekuensi dan kualitas program literasi BTQ, yang diselenggarakan bersama dengan pemerintah daerah,” ujar Zayadi yang juga merupakan Sekretaris LPTQ Nasional.
Zayadi menghimbau agar LPTQ di tingkat kecamatan hingga provinsi di seluruh Indonesia membuat program peningkatan literasi Alquran yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Mari seluruh jajaran LPTQ di Indonesia agar menguatkan perannya dalam membimbing masyarakat di daerah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan baca dan tulis Alquran,” kata Zayadi.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran dan Alhadits Rijal Ahmad Rangkuty mengungkapkan, hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk penguatan dan inovasi program di bidang literasi dan pembelajaran Alquran di masyarakat.
Ia juga berharap, masyarakat muslim terus membangun kesadaran bersama demi membumikan ajaran Alquran melalui rajin membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022