Nakbah artinya seperti bencana atau malapetaka bagi warga Palestina sejak Pengeboman Israel.
JawaPos.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah angkat suara terkait perang yang berkecamuk antara Israel dan Palestina. Ormas keagaman itu mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan upaya konkret demi mendamaikan Israel dan Palestina yang tengah berada dalam konflik.
"Dunia tanpa kekerasan merupakan hak asasi manusia, apakah kita akan terus membiarkan tragedi ini (konflik Israel-Palestina) terus terjadi?" kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri Syafiq A. Mughni, dalam konferensi pers terkait pernyataan sikap PP Muhammadiyah terhadap konflik Israel-Palestina dikutip dari Antara, Rabu (11/10).
Dengan adanya konflik antara Israel dan Palestina, Syafiq menegaskan PBB belum berhasil menjalankan fungsinya, seperti menjaga perdamaian dan keamanan dunia, memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antar bangsa yang saling menghormati, serta menjadi pusat penyelamatan berbagai tindakan terhadap negara yang merusak perdamaian.
Terlebih lagi, konflik yang terjadi selama lebih dari 70 tahun itu telah merenggut banyak nyawa, termasuk di antaranya masyarakat sipil yang tidak bersalah.
"Harus dipertanyakan, apalagi dalam perjalanan PBB yang usianya sudah menginjak 78 tahun sebentar lagi," ujarnya.
Syafiq menilai jika tidak ada langkah yang progresif, maka konflik Israel-Palestina berpotensi menjadi lebih besar lagi di masa yang akan datang, dibandingkan dengan saat ini maupun sebelumnya.
"Kesadaran akan perdamaian dan hak asasi manusia untuk berdemokrasi di tatanan global ini sudah berada di lorong gelap, atau buntu dari peradaban modern," ucapnya.
Baca Juga: BREAKING! Kondisi Terkini Gaza Palestina, Usai Menerima Serangan Balik yang Dilakukan Israel
Oleh karena itu, dia berharap agar PBB dapat menegakkan perdamaian, serta menindak negara yang berpotensi merusak perdamaian. Selain itu, sejumlah forum tingkat dunia yang selama ini telah bekerja sama dengan baik perlu menjadi refleksi mendasar untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.
Sebelumnya, pernyataan senada dilontarkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendesak agar perang antara Israel dan Palestina segera dihentikan, untuk menghindari semakin bertambahnya korban dan hancurnya harta benda.
“Karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” kata Presiden Jokowi, Selasa (10/10).
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan dirinya telah meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta kementerian/lembaga terkait untuk segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI di wilayah konflik.
“Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, harus segera diselesaikan sesuai parameter yang sudah disepakati PBB,” kata Presiden Jokowi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022