Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Maret 2026, 16.34 WIB

Haedar Nashir Minta Tak Perlu Baper soal Perbedaan Idul Fitri, Kedewasaan Penting dalam Melihat Perbedaan

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H di Kantor PP Muhammadiyah, Jogjakarta, pada Kamis (26/3). - Image

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H di Kantor PP Muhammadiyah, Jogjakarta, pada Kamis (26/3).

JawaPos.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H di Kantor PP Muhammadiyah, Jogjakarta, pada Kamis (26/3).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengapresiasi kedewasaan bangsa Indonesia, khususnya warga Muhammadiyah, dalam menyikapi perbedaan di tubuh umat Islam, terutama terkait perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H.

“Ini adalah dinamika yang membuat kita semakin matang dan dewasa. Jadi tidak perlu baper, karena Muhammadiyah adalah organisasi yang lebih tua, sehingga harus lebih dewasa,” kata Haedar Nashir, dikutip Minggu (29/3).

Haedar juga menyayangkan adanya sejumlah daerah yang melarang penyelenggaraan shalat Id pada 20 Maret oleh Muhammadiyah. Ia menekankan, perbedaan seharusnya disikapi dengan bijak, termasuk oleh aparat.

“Patut disayangkan jika ada aparat kecamatan maupun kelurahan yang justru ikut menghalangi warga Muhammadiyah dalam melaksanakan Idul Fitri di suatu tempat,” cetusnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, Haedar menegaskan bahwa penetapan Idul Fitri 1447 H yang tidak jatuh pada 21 Maret 2026 tidak hanya dilakukan oleh Muhammadiyah, tetapi juga oleh sejumlah organisasi masyarakat lainnya.

Ia juga menyoroti respons masyarakat di media sosial yang menunjukkan banyaknya dukungan terhadap Muhammadiyah. Menurutnya, hal ini muncul karena adanya tekanan terhadap Muhammadiyah yang membawa gagasan pembaruan demi kemaslahatan umat dan kemanusiaan.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mendorong warga Muhammadiyah untuk lebih terbuka (outspoken) dalam menyampaikan pandangan dan gagasan di ruang publik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore