Habib Quraish Shihab
JawaPos.com – Agama memiliki peran atau fungsi yang universal. Termasuk diantaranya terkait dengan penanganan dampak perubahan iklim. Banyak pemikiran tokoh-tokoh agama yang relevan untuk digunakan menangani dampak perubahan iklim, termasuk kemarau berbulan-bulan yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
Upaya mencari solusi penanganan dampak perubahan iklim lewat pendekatan agama melalui tokoh agama itu, dibahas dalam forum konferensi Majelis Hukama Muslimin yang akan digelar di Jakarta 4 Oktober depan. Konferensi itu akan berfokus membahas muatan-muatan agama kaitannya dengan perubahan iklim di tingkat Asia Teggara.
Anggota Majelis Hukama Muslimin dari Indonesia M. Quraish Shihab, mengatakan bahwa dunia saat ini menghadapi ancaman perubahan iklim akibat kerusakan alam dan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dan terasa.
Dampak perubahan iklim itu akibat kekeringan, pemanasan global, mencairnya salju di Antartika, dan naiknya permukaan air laut. ’’Kita semua, individu, kelompok, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, harus bekerja sama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran polusi,’’ kata Quraish Shihab kepada wartawan Jumat (29/9).
Dia menambahkan bahwa langkah penanggulangan perubahan iklim harus dilakukan dalam skala seluas-luasnya. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim kini tidak lagi terbatas hanya pada aspek ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Tetapi juga dibutuhkan peran yang mendesak dari para tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kemanusiaan ini.
Lebih lanjut konferensi ini akan dihadiri 150 peserta yang merepresentasikan berbagai agama di Asia Tenggara. Kemudian juga mewakili cendekiawan, akademisi, dan generasi muda yang peduli terhadap isu perubahan iklim. Konferensi ini mengambil tema besar yaitu, Ikhtiar Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Agama dan Budaya Lokal dalam Menyikapi Perubahan Iklim, Pelestarian lingkungan, dan Pembangunan Berkelanjutan.
Sementara itu anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin TGB M. Zainul Majdi menjelaskan, konferensi yang akan dihadiri oleh banyak tokoh pemerintahan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari berbagai negara. Seperti dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja, itu akan membahas sejumlah topik penting.
Di antara isu-isu penting yang menjadi perhatian konferensi ini diantaranya adalah Negara dan Tantangan Perubahan Iklim: Visi, Strategi, Aksi. Lalu soal Menuju Teologi Hijau (Green Theology): Bagaimana Keyakinan Agama Membangun Kesadaran Pelestarian Lingkungan. Serta Peran Institusi dan Tokoh Agama dalam Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim. Forum juga akan membahas Urgensi Kebijakan Pembangunan Bidang Keagamaan dalam Mengatasi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
