Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2026 | 14.50 WIB

Profesor Muhammad Quraish Shihab: Jika Ingin Perdamaian, Tegakkan Keadilan

Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Profesor Muhammad Quraish Shihab. (Sumber Tangkapan Layar YouTube/Najwa Shihab) - Image

Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Profesor Muhammad Quraish Shihab. (Sumber Tangkapan Layar YouTube/Najwa Shihab)

JawaPos.com - Cendekiawan Muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab mengingatkan, upaya mewujudkan perdamaian jangan sampai mengorbankan keadilan. Hal itu dikatakan mantan Menteri Agama itu, dalam ceramahnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam, saat acara peringatan Nuzulul Quran.

Di hadapan Presiden Prabowo beserta pejabat negara, Prof. Quraish menyampaikan ceramah yang isinya mengulas tema-tema seperti perdamaian, keadilan, persatuan, dan kepemimpinan.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian. Kalau kita berkata perdamaian, perlu diingat bahwa kita ingin damai, tetapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan, dan ketika menegakkan keadilan, Al Quran berpesan: Jangan sampai kebencianmu kepada satu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil," kata Prof. Quraish saat berceramah, dilansir dari Antara, Rabu (11/3).

Prof. Quraish kemudian menjelaskan definisi-definisi keadilan, diawali dengan definisi yang umum, kemudian keadilan menurut para filosof, dan terakhir keadilan menurut sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq.

"Banyak definisi keadilan, (salah satunya) menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, memberikan pemilik hak-haknya dengan cara yang terbaik dan tercepat, dan ada lagi satu ketika Plato berdiskusi dengan filosof-filosof pada masanya, ada yang memberi definisi keadilan, katanya: Keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat. Plato tidak setuju, tetapi sebagian ulama Islam setuju," kata Prof. Quraish.

"Hanya, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, persetujuannya (para ulama, red.) dikaitkan dengan sambutan Sayyidina Abu Bakar (ash-Shiddiq) waktu pelantikan Beliau sebagai pemimpin umat Islam. Sambutannya berkata demikian, singkatnya: Saya bukan orang yang terbaik di antara kamu. Kalau saya benar, bantu saya. Kalau saya keliru, luruskan saya. Baru dia katakan: Yang kuat di antara kamu, lemah di sisiku sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah, kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat," sambung Prof. Quraish.

Selepas itu, Prof. Quraish menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo.

"Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar," ujar Quraish Shibah kepada Presiden Prabowo.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore