
Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Profesor Muhammad Quraish Shihab. (Sumber Tangkapan Layar YouTube/Najwa Shihab)
JawaPos.com - Cendekiawan Muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab mengingatkan, upaya mewujudkan perdamaian jangan sampai mengorbankan keadilan. Hal itu dikatakan mantan Menteri Agama itu, dalam ceramahnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam, saat acara peringatan Nuzulul Quran.
Di hadapan Presiden Prabowo beserta pejabat negara, Prof. Quraish menyampaikan ceramah yang isinya mengulas tema-tema seperti perdamaian, keadilan, persatuan, dan kepemimpinan.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian. Kalau kita berkata perdamaian, perlu diingat bahwa kita ingin damai, tetapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan, dan ketika menegakkan keadilan, Al Quran berpesan: Jangan sampai kebencianmu kepada satu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil," kata Prof. Quraish saat berceramah, dilansir dari Antara, Rabu (11/3).
Prof. Quraish kemudian menjelaskan definisi-definisi keadilan, diawali dengan definisi yang umum, kemudian keadilan menurut para filosof, dan terakhir keadilan menurut sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq.
"Banyak definisi keadilan, (salah satunya) menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, memberikan pemilik hak-haknya dengan cara yang terbaik dan tercepat, dan ada lagi satu ketika Plato berdiskusi dengan filosof-filosof pada masanya, ada yang memberi definisi keadilan, katanya: Keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat. Plato tidak setuju, tetapi sebagian ulama Islam setuju," kata Prof. Quraish.
"Hanya, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, persetujuannya (para ulama, red.) dikaitkan dengan sambutan Sayyidina Abu Bakar (ash-Shiddiq) waktu pelantikan Beliau sebagai pemimpin umat Islam. Sambutannya berkata demikian, singkatnya: Saya bukan orang yang terbaik di antara kamu. Kalau saya benar, bantu saya. Kalau saya keliru, luruskan saya. Baru dia katakan: Yang kuat di antara kamu, lemah di sisiku sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah, kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat," sambung Prof. Quraish.
Selepas itu, Prof. Quraish menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo.
"Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar," ujar Quraish Shibah kepada Presiden Prabowo.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
