Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2023 | 21.33 WIB

Kasus Bullying Siswa SMP Cilacap, Kapolresta: Kami Bisa Menangani dengan Baik dan Profesional

Kapolresta Cilacap menanggapi kasus bullying siswa SMP Cilacap. - Image

Kapolresta Cilacap menanggapi kasus bullying siswa SMP Cilacap.

JawaPos.com - Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto, S.I.K., M.Si menegaskan bahwa kasus bullying siswa SMP Cilacap telah ditangani di Kapolresta Cilacap, pada Selasa (26/9).

Dalam video yang berdurasi dua menit ini, Kapolresta Cilacap telah membagikan informasi terbaru mengenai kasus bullying siswa SMP Cilacap. 

Kapolresta Cilacap menjelaskan bahwa pihak Polres telah mendapatkan laporan mengenai kejadian bullying siswa SMP Cilacap dan langsung melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Kemarin kita mendapatkan berita mengenai kejadian perundungan anak-anak SMPN 2 Cimanggu, kami bergerak untuk melakukan penyelidikan. Kemudian kami sudah melakukan pengamanan terhadap beberapa orang yang terlibat dalam video tersebut,” ucapnya dikutip JawaPos melalui Instagram @humaspolrestacilacap, pada Rabu (27/9).

Selain itu, Kapolresta Cilacap juga menjelaskan bahwa beberapa orang telah diamankan ke Polresta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Diketahui orang yang dibawa ke Polresta berjumlah lima orang dengan dugaan tiga orang sementara sebagai saksi dan dua orang terduga pelaku.

“Jadi 5 orang, 3 orang sementara saksi dan 2 orang terduga pelaku sesuai dengan video yang beredar,” ujar Kapolresta Cilacap. 

Namun, dalam video yang diunggah oleh Humas Polresta Cilacap ini juga menjelaskan bahwa sebelum beredar, Polresta Cilacap Satreskrim telah melakukan penanganan terhadap yang diduga sebagai pelaku. 

Ia menjelaskan terdapat sedikit gangguan dimana beredarnya video ini tidak menjadi face to face, namun menjadi kasus tawuran yang besar.

Sehingga terdapat keterlibatan beberapa masa yang mengatasnamakan untuk melakukan tindakan sendiri terhadap pelaku.

“Jam 15.00 kami sudah mengamankan sampai tadi malam dan subuh tadi berikut beberapa keluarga wajib mendampingi lima orang yang sementara masih kami periksa,” ucapnya

“Sehingga tidak ada tuduhan-tuduhan lain atau berita hoax lainnya bahwa kami tidak menangani. Insya Allah kami bisa menangani dengan baik dan profesional,” tambahnya.

Di akhir video ia juga menjelaskan bahwa kasus ini masih melibatkan anak-anak dan semua pihak perlu melakukan pembinaan agar nantinya memiliki akhlak dan ilmu yang baik untuk saling bertoleransi.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore