Ilustrasi penyelenggaraan konser musik expo (pixabay.com/ Pexels)
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) menyelenggarakan Indonesian Music Expo (IMEX 2023) bertajuk A Paradise for World Music 2023.
IMEX 2023 diselenggarakan atas kerja sama Kemendikbudristek bersama Lokaswara dan akan dilaksanakan pada September mendatang.
IMEX merupakan festival musik etnis tradisional yang dimainkan sesuai dengan karakter kearifan lokal di masing-masing daerah di Indonesia, Kemendikbudristek tahun lalu juga mengadakan acara serupa.
Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menyampaikan bahwa Indonesia memiliki perkembangan musik dari beragam jenis etnis.
“karena menjadi simpang pertemuan peradaban Timur dan Barat,” jelas Hilmar Farid.
Ia menyampaikan gelaran IMEX agar dapat dimanfaatkan memperkenalkan kekayaan budaya musik nusantara ke mancanegara sehingga dapat diminati oleh pasar dunia.
“World music di Indonesia tidak bersifat abstrak. Justru karakter budaya Indonesia amat banyak masuk dalam kategori world music,” jelas Hilmar.
“Terdapat unsur keunikan budaya lokal dan seharusnya dipopulerkan di tingkat dunia,” lanjutnya.
Hilmar menyampaikan Kemendikbudristek memiliki peran penting dalam mendorong dan memperkuat musik Nusantara sebagai bagian dari world music sehingga penggiat seni dapat muncul di kelas dunia.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra menjelaskan bahwa IMEX menjadi ajang pertunjukan musik Etnis Nusantara.
“Penyelenggaraan IMEX akan membuka jalan bagi para pelaku musik etnik Indonesia untuk berkarya sekaligus menunjukkan kreativitas mereka ke pasar dunia," jelas Ahmad Mahendra.
Dalam keterangannya pemerintah berkomitmen agar IMEX menjadi gerakan pembaruan, penguatan maupun pemajuan kebudayaan di bidang seni.
“Pemerintah memberikan ruang kepada para pelaku musik tradisional Nusantara untuk mengembangkan kemampuannya sehingga dikenal luas,” tuturnya.
Ahmad Mahendra juga berharap dengan berlangsungnya IMES 2023 dapat memantik perhatian dan pelaku seni musik etnik dunia untuk mengundang musisi tradisional Nusantara ikut serta menampilkan karyanya di level internasional.***

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
