
Aksi kolektif Global Climate Strike 2023 di Jogjakarta pada Jumat (15/9)./Instagram @climaterangersjoga
JawaPos.com – Puluhan bahkan ratusan anak muda sedang melakukan aksi Global Climate Strike 2023 di Taman Menteng pada Minggu (17/9) hari ini.
Anak-anak muda yang terdiri dari berbagai komunitas itu melakukan pawai berjalan kaki sejauh 2,6 km, dari Taman Menteng sampai Tugu Proklamasi Jakarta Pusat dalam Rangka Global Climate Strike 2023.
Global Climate Strike 2023 sendiri merupakan aksi serentak global yang diadakan setiap tahun dan diinisiasi oleh Greta Thunberg, pemuda dari Swedia sejak tahun 2019.
Ribuan anak muda dari seluruh dunia juga sedang melakukan aksi Global Climate Strike di berbagai titik kota-kota besar, menuntut keadilan iklim terhadap pemerintah dunia.
Di Indonesia sendiri, Global Climate Strike atau GCS sudah berlangsung beberapa hari sejak Jumat (15/9) yang lalu di Jogjakarta.
Dilansir dari Instagram @climaterangersjogja, berbagai komunitas melakukan parade iklim dari Parkiran Abu Bakar Ali hingga Titik 0 km Jogja.
Sambil membawa poster yang berisi tuntutan tentang krisis iklim, mereka juga membawa wayan tinggi berwujud alien dengan warna hijau.
Raafi, salah satu pemuda yang ikut aksi Global Climate Strike di Jogja, mengatakan bahwa mereka membawa Wayan Alien untuk menarik perhatian publik karena memang sedang trending tentang alien.
“Sebenarnya ini temannya alien karena alien lagi happening banget sekarang, dan kita berusaha untuk menyusupi itu dengan isu-isu krisis iklim,” katanya.
“Jadi, kita ingin meningkatkan awareness masyarakat juga kalau krisi iklim itu lagi terjadi saat ini juga,” tambahnya.
Setelah aksi Global Climate Strike di Jogja, aksi kolektif yang sama menyusul di berbagai kota-kota di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Sukabumi, Pekanbaru dan lain sebagainya.
Aksi kolektif masih akan berlangsung hingga Senin (18/9) besok di Kota Medan tepatnya di depan Masjid Raya Medan atas inisiasi Extinction Rebellion Medan.
Di Jakarta sendiri, aksi aklim dilakukan dengan berbagai cara kreatif, seperti festival iklim di Tugu Proklamasi, Talkshow, Lokakarya, kids playground, area pijat, live mural, dan pojok kuliner.
Selain itu akan ada juga pertunjukan kebudayaan, seperti penampilan ogoh-ogoh khas Bali, penampilan musik Sape khas suku Dayak, dan musik tradisional lainnya.
Aksi itu dilakukan semata-semata atas kesadaran untuk mencegah krisis iklim yang kian memburuk, seperti yang disampaikan oleh Antonio Guterres pada Kamis (27/7), bahwa era pendidihan global sudah dimulai.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
