
Ilustrasi Masjid Raya Sumatera Barat. (istimewa)
JawaPos.com – Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) tengah menjadi sorotan usai berkaitan dengan kasus demonstrasi warga Air Bangis yang menolak Proyek Strategi Nasional (PSN) beberapa waktu lalu.
Setidaknya 1.500 warga Air Bangis menyatakan menolak PSN tersebut, dengan menggelar aksi sholawat bersama di Masjid Raya Sumbar. Bersamaan dengan itu, aparat kepolisian juga menyerbu Masjid Raya Sumbar dan menangkap sejumlah warga.
Masjid Raya Sumbar sendiri dibangun di atas lahan seluas 4.430 meter persegi, yang mulai dibangun sejak 2007 hingga rampung pada 2019. Pembangunan selama kurang lebih 12 tahun itu menghabiskan anggaran mencapai Rp 325 – 330 miliar.
Berikut ini sejarah Pembangunan Masjid Raya Sumbar, dirangkum dari berbagai sumber:
Dibangun Selama 12 Tahun
Masjid yang berada di Jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, ini resmi dimulai pembangunannya pada 21 Desember 2007. Bergulir selama 12 tahun, Masjid Raya Sumbar resmi rampung dan dipakai perdana pada 4 Januari 2019.
Memiliki arsitektur bak Rumah Gadang khas Padang, Masjid Raya Sumbar berdiri dengan 3 lantai dan kapasitas jamaah sebanyak 5.000 hingga 6.000 orang. Pembangunan bangunan agama ini memakan waktu lama karena terkendala anggaran dan faktor lain, salah satunya bencana gempa padang pada 2009 silam.
Sayembara untuk Tim Arsitektur Masjid Raya Sumbar
Pembangunan masjid agung provinsi ini dipersiapkan dengan sangat matang, baik dari segi pembangunan maupun filosofi arsitekturnya. Untuk itu, saat rencana pembangunan masjid ini dibuat pada 2006, Pemprov Sumbar mengadakan sayembara untuk mendapatkan tim arsitek yang kondang.
Diketahui, ada sebanyak 323 peserta dari berbagai negara yang ikut dalam sayembara ini, hingga terjaring 71 peserta terbaik. Dikawal oleh juri sayembara, yakni sastrawan Wisran Hadi, arsitek Eko Alvares, dan ulama Syamsul Bahri Khatib, sayembara ini jatuh di tangan arsitek Muslimin, dari PT Urbane Indonesia pimpinan Ridwan Kamil.
Arsitektur Khas Rumah Gadang, Padang
Sebagai masjid raya ikon Sumatera Barat, tak heran bila Masjid Raya Sumbar dibangun dengan arsitektur sangat megah yang dileburkan dengan kearifan lokal ranah Minang, yakni Rumah Gadang.
Arsitektur atas Masjid Raya Sumbar yang meruncing ke atas di empat sudutnya, tampak jelas seperti bangunan rumah gadang. Namun selain itu, rancangan sudut meruncing bak rumah gadang itu juga merujuk pada bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Makkah hendak memindahkan hajar aswad.
Tak hanya itu, awalnya Masjid Raya Sumbar juga dirancang memiliki empat menara di empat sudut tersebut. Namun, karena keterbatasan anggaran, rancangan diubah hanya dengan satu menara saja.
Masjid Raya Sumbar berdri dengan 631 tiang pancang berdiameter 1,7 meter dan kedalaman 7,7 meter. Kontruksi rangkap menggunakan pipa baja. Gaya vertikal beban atap didistribusikan oleh empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua kolom busur bersilang yang mempertemukan kolom beton miring secara diagonal.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
