
Shin Tae-yong (tengah) fokus mempersiapkan timnas Indonesia dalam menghadapi Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (19/6).
JawaPos.com - Pada suatu sore di GBK Arena, Jakarta, Maret silam, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali secara terbuka kepada para pewarta menyatakan bahwa federasi sepak bola Indonesia sedang mengusahakan kedatangan tim nasional Argentina ke tanah air untuk memainkan pertandingan persahabatan.
Saat itu, nuansa yang terasa di kalangan para pewarta adalah belum percaya sepenuhnya. Tidak heran memang, sebab tim yang disebut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu adalah Argentina, tim yang beberapa bulan sebelumnya baru mengangkat trofi Piala Dunia, lambang supremasi sepak bola tertinggi di bumi.
Seiring berjalannya waktu, ternyata wacana tersebut menjadi kenyataan. Publik tanah air bersorak gembira saat Asosiasi Sepak bola Argentina (AFA) dan PSSI pada pertengahan Mei memastikan skuad asuhan Lionel Scaloni akan merapat ke Indonesia pada FIFA matchday bulan ini.
Hal yang patut digaris bawahi bahwa pertandingan itu adalah bagian dari FIFA matchday. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Argentina merupakan bagian dari FIFA matchday setelah beberapa hari sebelumnya bermain melawan Palestina. Adapun bagi Argentina, Indonesia menjadi lawan setelah menghadapi Australia.
Impian untuk menyaksikan para bintang papan atas bermain di Indonesia semakin menjadi kenyataan saat timnas Argentina pada Jumat (16/6) silam mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang disambut langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI.
Pertandingan kontra Argentina jelas mendatangkan banyak manfaat bagi Indonesia, bukan hanya bagi tim nasional, namun dalam lingkup yang lebih luas lagi.
Sebab, jika tidak demikian, untuk apa segenap daya dan usaha mendatangkan orang-orang yang masih dalam hitungan bulan baru saja didaulat sebagai yang terbaik di dunia lewat final dramatis atas Prancis?
Manfaat bagi timnas Indonesia
Bagi tim nasional Indonesia, khususnya para pemain, pengalaman bertanding melawan Argentina tentu akan menjadi cerita indah dalam karier sepak bola mereka. Para pemain Argentina yang biasanya hanya dapat disaksikan di layar kaca atau gawai, atau mungkin dimainkan dalam video game, kini dapat mereka hadapi langsung, dapat mereka tekel, dapat mereka benturkan tubuhnya saat berebut bola, dan lain sebagainya.
Mungkin saja di kalangan para pemain akan terdapat kecemasan atau rasa khawatir, karena lawannya adalah Argentina, tim peringkat satu dunia pemilik tiga trofi Piala Dunia. Namun, dalam berbagai kesempatan, pelatih Shin Tae-yong telah meminta agar anak-anak asuhnya dapat menikmati kesempatan super langka tersebut.
Pelatih Shin Tae-yong juga tidak main-main dalam mempersiapkan pasukannya. Hal itu terbukti dengan sesi latihan yang ditutup kain hitam sehingga para pemainnya minim distraksi. Para pemain juga terlihat tidak terlalu aktif di sosial medianya masing-masing beberapa hari belakangan ini, kecuali mungkin sejumlah pemain yang mengunggah konten terkait sponsor masing-masing.
Kedatangan Argentina juga menjadi bagian penting dari upaya PSSI dalam menyeimbangkan kualitas lawan-lawan yang dihadapi pada FIFA matchday. Hal itu terlihat dari peringkat lawan-lawan timnas Indonesia.
Setelah bermain kontra Burundi yang menduduki posisi 145 di daftar peringkat FIFA, kemudian Palestina yang menghuni posisi ke-93, kini tim Merah-Putih lompat jauh ke tim peringkat satu dunia, atau seperti disebut anak sekarang sebagai "Raja terakhir."
Erick Thohir pernah berseloroh bahwa Shin Tae-yong meminta didatangkan tim-tim dengan peringkat yang lebih baik untuk menghadapi Indonesia yang saat ini berada di peringkat 149 dunia, dan saat pihaknya berhasil mendatangkan Albiceleste, maka Shin Tae-yong menjadi pusing dalam artian positif.
Sisi bisnis sepak bola

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
